Limawaktu.id, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Rapat strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menyelaraskan data lahan pertanian guna menjaga kedaulatan pangan, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat.
Pertemuan dipimpin Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana. Dalam forum tersebut, dibahas target nasional penetapan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi LP2B yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Langkah ini dinilai krusial untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat, sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan nasional. Pemerintah daerah diminta mempercepat proses verifikasi data LBS agar dapat segera dimasukkan dalam revisi RTRW Jawa Barat, sejalan dengan target swasembada pangan dalam RPJMN 2025–2029.
Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya sinergi dan validitas data antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, ketepatan data menjadi fondasi utama dalam menentukan kebijakan tata ruang yang berpihak pada sektor pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Jeje Ritchie Ismail menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan validasi data secara akurat serta menuntaskan persoalan tumpang tindih pemanfaatan ruang yang kerap terjadi di daerah.
“Upaya ini merupakan langkah nyata kami dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur daerah dengan perlindungan lahan pertanian, demi ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Jeje, Kamis, 30 April 2026.
Ia menambahkan, perlindungan terhadap lahan produktif menjadi prioritas penting agar sektor pertanian tetap terjaga di tengah tekanan pembangunan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memastikan kebijakan tata ruang berjalan efektif dan berkelanjutan.