Kamis, 8 Maret 2018 14:27

Lembaga Pelatihan Diharap Bisa Wujudkan Janji Wali Kota Cimahi Soal 1.000 Lapangan Kerja

Reporter : Fery Bangkit 
Sejumlah tamu undangan sedang melihat salah satu ruangan Antar Nusa Avians
Sejumlah tamu undangan sedang melihat salah satu ruangan Antar Nusa Avians [Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi berharap keberadaan lembaga pelatihan dan pendidikan di Cimahi mampu menyerap Tenaga Kerja lokal asal Kota Cimahi.

Kepala Disnakertrans Kota Cimahi, Supendi Heriyadi mengatakan, jika lembaga pelatihan dan pendidikan bisa berperan maksimal dalam menyalurkan tenaga kerja, maka jumlah Pengangguran di Cimahi otomatis akan menurun.

"Data tahun 2017, pengangguran di Cimahi sekitar 14 ribu. Tapi kita coba data lagi ditahun 2018," ujarnya usai peresmian sekolah pramugari Antar Nusa Aviansi (ANA) di Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Kamis (8/3/2018).

Dikatakannya, lembaga pendidikan dan pelatihan seperti ANA ini juga diyakini bisa menjadi bagian untuk mewujudkan program kerja Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi periose 2017-2022, Ajay Muhammad Priatna-Ngatiyana tentang 1.000 tenaga kerja.

"Jumlah penangguran bakal terhisap oleh ANA. Ini kan membantu mewujukdan program kerja Pak Wali Kota," katanya.

Supendi melanjutkan, memang seluruh siswa di Kota Cimahi lebih baik diarahkan terhadap pendidikan keahlian. Ia mencontohkan, misalnya ada anak gemar kegiatan menembok, latih anak tersebut agar menjadi penembok profesional.

Maka dengan terlatihnya tenaga kerja lokal Cimahi dalam berbagai keahlian yang diinginkan, maka akan menambah harga jual pekerja asal Cimahi.

"Nanti ujung-ujungnya kan bisa menyerap tenaga kerja," ucap Supendi.

Sementara itu, Direktur Antar Nusa Aviansi, Anton Octaviano mengatakan, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Cimahi sangat luar biasa. Atas dasar itulah pihaknya tertarik untuk membuka sekolah pelatihan pramugari di kota administratif ini.

"Di Cimahi itu belum ada sekolah penerbangan dan potensi pasarnya luar biasa," tuturnya.

Berkaca dari daerah lain, ia yakin SDM yang mengarungi pendidikan di lembaganya akan langsung mendapatkan pekerjaan di berbagai maskapai penerbangan setelah lulus nanti.

"InysaAlloh lulusan kami 90 persen lolos kerja. 10 persen gak lolos karena mereka menolak untuk ditempatkan di luar Jawa," pungkasnya. 

Sekolah pelatihan yang dikelolanya diyakini mampu meloloskan 90% SDM untuk bekerja di berbagai maskapai penerbangan.

Baca Lainnya