Kamis, 28 Juni 2018 23:19

Lelang Proyek Suka Gagal, Begini Penjelasan ULP Kota Cimahi!

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa Setda Kota Cimahi, Asnadi Junaedi.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cimahi, Asnadi Junaedi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Seluruh Proyek fisik maupun non fisik di Kota Cimahi senilai Rp 200 juta ke atas diharuskan mengikuti proses Lelang.

Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan.

Baca Juga : Baru Setengah Tahun, 90 Paket Lelang sudah Antre di ULP Kota Cimahi

Namun, dalam proses lelang kerap mengalami kegagalan. Begini Penjelasan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cimahi, Asnadi Junaedi.

Menurutnya, ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi oleh pihak perusahaan pendaftar jika ingin hadi sebagai pemenang proyek di Kota Cimahi.

Di antaranya, perusahaan tersebut harus sehat secara finansial. Kemudian, peralatan yang dimiliki perusahaan pun harus sesuai dengan kebutuhan proyek.

"Peralatan dukungan itu ada yang punya sendiri ada yang sewa," kata Asnadi saat ditemui di Pemkot cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (28/6/2018).

Kemudian, tenaga ahli pun harus dimasukan dalam dokumen pengadaan dokumen lelang. Dia mencontohkan, arsitektur S 1 bidang tekni lingkungan.

"Kalau tenaga ahli tidak lengkap, gugur secara administrasi," tegasnya.

Selain itu, dilihat juga lata belakang perusahaan. Jika perusahaan pendaftar atau penawar masuk daftar hitam, maka otomatis akan langsung dicoret.

Selain faktor teknis, faktor non teknis pun sangat menentukan dalam proses lelang. Misalnya, perusahaan akan diminta untuk menjelaskan metode apa yang akan digunakan dalam penyelesaian proyek. Jika tak bisa menjelaskan, maka itupun akan jadi penilaian.

"Lelang itu paling singkat 45 hari. Kalau lelang gagal, harus lelang ulang tahun depan," pungkasnya.

Baca Lainnya