Sabtu, 22 Oktober 2022 19:01

Lantik Dikdik jadi Pj Wali Kota Cimahi, Emil Singgung Kemanan Lingkungan hingga Resesi

Reporter : Bubun Munawar
Dikdik S Nugrahawan Dilantik Gubernur Jawa Barat sebgai Penjabat Waki Kota Cimahi, Sabtu (22/10/2022)
Dikdik S Nugrahawan Dilantik Gubernur Jawa Barat sebgai Penjabat Waki Kota Cimahi, Sabtu (22/10/2022) [Istimewa]

Limawaktu.id, - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada penjabat walikota Cimahi Dikdik S Nugrahawan agar terus melakukan  upaya membangun pondasi integritas dalam pelayanan publik agar bisa terus melayani masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melantik Dikdik S Nugrahawan, sebagai Penjabat Wali KOta Cimahi menggantikan Letkol (Purn) Ngatiyana yang habis masa jabatannya pada hari ini. Selain itu Emil juga menyinggung soal keamanan lingkungan di Kota Cimahi terkait dengan situasi yang terjadi akhir-akhir ini.  

“Penjabat Wali Kota Cimahi harus melakukan inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya, saat pelantikan, di Gedung Sate, Sabtu (22/10/2022).

Menurut Emil, sapaan akrabnya, Penjabat Walikota juga harus melayani masyarakat Cimahi dengan sepenuh hati harus dekat dengan rakyat dan harus rajin turun menyapa rakyat.

“Penjabat Wali Kota harus bisa mencari solusi solusi terhadap  beberapa tantangan yang sudah hadir dan terprediksi saat ini,” jelasnya.

Dikatakan Emil, tahun depan dunia Global akan menghadapi resesi, sehingga harus  dipikirkan dari sekarang bagaimana Kota Cimahi bisa kokoh menghadapi perlambatan aktivitas ekonomi,  berkurangnya investasi-investasi dan potensi meningkatnya pengangguran.

“potensi mahalnya barang barang harian dan lain harus diantisipasi dengan upaya-upaya terukur dari pejabat Walikota yang bekerjasama dengan DPRD untuk melahirkan kekokohan ekonomi dan keberpihakan anggaran di tahun 2023, “ katanya.

Selain itu, kata Emil,  menjelang 2024 sebagai  tahun politik tahun pemilihan umum bersama  Penjabat Wali Kota harus lebih berkoordinasi dengan forkopimda sehingga Cimahi harus menjadi kota  yang terdepan dalam menjaga kondusifitas.

Sebagai wilayah yang mayoritas umat Islam, Emil berharap Penjabat Wali Kota Cimahi selalu mendengar  nasehat para ulama, bergandendangan dengan orang kaya, menjadi pemimpin yang adil dan selalu didoakan oleh kaum dhuafa.

“Kalau empat  prinsip itu dilaksanakan Cimahi akan menjsdi   wilayah yang baldatun toyyibatun warobbun Ghofur,” tuturnya.

Emil menyebutkan, di Kota Cimahi harus dilakukan penanganan yang terintegrasi terkait dengan  kebencanaan, karena  dari sisi hidrologis penjabat wali kota harus segera mecarikan solusi solusi yang sifatnya bisa meredam potensi kebencanaan seperti banjir dan seterusnya di wilayah Cimahi.

“Terkait dengan keamanan harus jadi bahan  evaluasi penegakan Siskamling mohon ditingkatkan lagi.  rasa aman dan nyaman jangan sampai ada orang tua yang akhirnya khawatir sehingga memberhentikan kegiatan pengajian memberhentikan kegiatan tadarus  gara-gara tidak ada rasa aman dan nyaman di lingkungan,” sebutnya.

Emil juga meminta penjabat wali kota lebih intensif lagi berkomunikasi dengan pihak Pemprov Jawa Barat, untuk mengkoordinasikan apa yang menjadi kebutuhan Kota Cimahi, sehingga bisa lebih banyak bantuan dari Pemprov Jabar.

Baca Lainnya