Kamis, 9 Agustus 2018 16:17

Kurangi Sampah Plastik, Pemkot Cimahi Larang Warga Gunakan Plastik Sekali Pakai

Reporter : Fery Bangkit 
Tumpukan Sampah di Kawasan Cibeureum, Cimahi Selatan.
Tumpukan Sampah di Kawasan Cibeureum, Cimahi Selatan. [limawaktu]

Limawaktu.id,- Dalam momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Cimahi mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik. Pasalnya, sampah plastik saat ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, tumpukan sampah khusus daru bahan plastik mencapai 60 ton per hari, atau 20% dari total 300 ton tumpukan sampah per harinya.

Baca Juga : Nah Lho, ada Gunungan Sampah di Pinggir Jalan

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, khusus di Kota Cimahi, pihaknya akan membuat sebuah aturan dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal) maupun Peraturan Daerah (Perda) tentang pembatasan penggunaan plastik.

"Maunya, khusunya saya mau bikin Perda larangan plastik sekali pake. Cimahi menuju ke arah sana," kata Ajay saat ditemui usai Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Gedung A Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Kamis (9/8/2018).

Baca Juga : Blak-blakan UPT Persampahan Soal TPS di Cimahi

Soal Perwal larangan penggunaan plastik sekali pakai, Ajay mengklaim sudah diproses pihak DPRD Kota Cimahi. Bahkan, kata dia, secara perlahan DLH Kota Cimahi sudah menyosialisasikan soal aturan tersebut kepada masyarakat.

"Sudah dikirim ke dewan karena itu sudah lama bicarakan. Yang pasti kita harus buat itu," tegasnya.

Baca Juga : Tumpukan Sampah di Cimahi Capai 300 Ton/Hari

Terakhir, Ajay menghimbau kepada semua masyarakat Kota Cimahi agar lebih mengurangi penggunaan sampah plastik. Hal itu sebagai upaya untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih.

"Intinya himbauan kepada masyarakat supaya mengurangi plastik sekali pake itu," tandasnya.

Baca Juga : Cakupan Penarikan Sampah dari ke TPA sudah 80%

Sementara itu, Ketua UPT Kebersihan pada DLH Kota Cimahi mengatakan, dari 300 ton tumpukan sampah per harinya, 20% merupakan sampah plastik. Seperti sedotan, bekas popok bayi, botol minuman dan sebagainya.

"60 persennya sampah organik, 20 persennya lain-lain, tercampur sampahnya. Seperti sampah bekas bangunan," ujarnya.

Dari sekitar 300 ton tumpukan sampah di Kota Cimahi. Yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat sekitar 200-220 ton per hari.

"Kalau cakupan penarikan sampah sudah 80 persen. Sampah di Kota Cimahi 300 ton per hari. Kita sudah mengangkut 200-220 ton," beber Usep.

Kemudian, kata Usep, 20% atau 80 ton sisa sampah yang tak terangkut itu merupakan sisa yang diolah menjadi kompos di Tempat Pembuangan Semntara (TPST).

"Sisanya 80 ton dikelola menjadi pupuk kompos," katanya.

Untuk mencakup pelayanan kebersihan, termasuk pelayanan penarikan sampah, DLH Kota Cimahi memberdayakan 175 petugas kebersihan itu jika harus membersihkan Kota Cimahi secara keseluruhan.

"Tetapi kalau pelayanan penarikan sampah bisa menyeluruh se Kota Cimahi. Kalau untuk penyapuan jalan belum bisa menyeluruh artinya kita butuh tenaga kerja tambahan," kata Usep.

Namun, kata Usep, untuk petugas kebersihan yang statusnya Tenaga Harian Lepas (THL) jumlahnya sudah dibatasi lantaran jumlahnya tidak boleh lebih dari 175 orang, kecuali pihak kelurahan mengajukan petugas tambahan ke Wali Kota Cimahi.

Baca Lainnya