Jumat, 19 April 2019 19:10

Kuda Senilai Rp 1 Miliar di Bandung Barat Tersengat Listrik

Reporter : Fery Bangkit 
Kuda pacu yang tersengat aliran listrik di Pacuan Kuda Tradisional, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang.
Kuda pacu yang tersengat aliran listrik di Pacuan Kuda Tradisional, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Tiga ekor kuda pacu seharga Rp 1 miliar tersengat aliran listrik di Pacuan Kuda Tradisional, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (19/4/2019). Diduga arus listrik merembet dari tiang ke jalanan becek di pacuan uda tersebut.

Atik, salah seorang pemelihara kuda menuturkan, sebelum kejadian semalam ia melihat percikan di atas tiang listrik. Hal itu sempat membuat dirinya khawatir. Ia pun tak menyangka jika kejadian itu membuat tiga kuda yang diurusnya bakal terkena sengatan.

Sebelum kuda tersengat, kata dia, ada dua ekor anjing yang merintih kesakitan saat melewati tanah becek itu. "Saya kira mereka ada yang menendang, tapi saat saya tanyakan kepada pengurus lainnya dua anjing itu memang bertingkah aneh. Saat kejadian, kuda kejang seperti terkejut kemudian melompat ke belakang karena kaget," terang Atik.

Akibatnya, kuda yang diperkirakan dibanderol dengan harga lebih dari Rp 300 juta itu mengalami pincang lantaran tersengat. "Arus listrik mungkin lebih cepat merembet ke tapal kuda yang terbuat dari besi, kuda pacu memang lebih sensitif daripada kuda biasa," katanya.

Beruntung, tidak ada korban manusia dalam peristiwa itu. "Ini kejadian yang kedua kali, kalau sebelumnya jokinya sampai terjatuh karena sengatan listrik juga, kalau yang sekarang tidak, tapi ini harus segera diperbaiki," ujarnya.

Ia pun telah menghubungi pihak desa dan kecamatan, namun sayangnya tak ada respon, mengingat tanggal merah. "Tidak ada petugas yang piket, saya sudah hubungi PLN, tapi katanya tiang PJU itu kewenangan Dinas Perhubungan," katanya.

Sambil menunggu tindakan dari pihak terkait, untuk sementara Atik memasang palang di jalan becek beraliran listrik itu. "Supaya hati-hati saja, saya takutnya ada anak kecil yang melintas," ujarnya.

Baca Lainnya