Jumat, 1 Maret 2019 15:34

KTP WNA Sudah Lazim, Bagaimana Kabarnya di Kota Cimahi?

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id - Belakangan ini, publik tengah dihebohkan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi Warga Negara Asing (WNA). Ternyata, itu hal lazim dan sudah lama ada.

Sebab, dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan bahwa WNA bisa mendapatkan KTP selama memenuhi syarat. Itupun dengan catatan, di dalam KTP ada keterangan asal negaranya.

Baca Juga : 27 Bule di Kab Bandung Punya KTP-el

Khusus di Kota Cimahi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencatat, ada sekitar 20 WNA yang mengajukan pembuatan KTP. Namun yang memenuhi syarat hanya sekitar enam orang.

"Yang memenuhi syarat baru 6 (enam) Semantara selama saya menjabat, baru 2 (dua) KTP-el yang dikeluarkan (dicetak) bagi WNA," terang Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, M Suryadi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jum'at (1/3/2019).

Baca Juga : Disdukcapil Keluarkan KTP-el Bagi WNA, Kok Bisa?

Namun, kata dia, enam WNA yang sudah memenuhi syarat memiliki KTP-el itu hingga kini belum datang kembali ke Disdukcapil Kota Cimahi, sehingga belum ditindaklanjuti.

Ditegaskan Suryadi, syarat untuk mendapatkan KTP bagi WNA cukup ketat. Diantaranya harus memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kitap merupakan jenis izin tinggal bagi WNA yang berlaku selama lima tahun dan bisa diperpanjang.

Untuk mendapatkan Kitap, WNA yang berstatus pekerja asing dan sebagainya harus tinggal selama tiga tahun berturut-turut di Indonesia. Untuk WNA yang menikah dengan WNI, harus tinggal minimal dua tahun berturut-turut.

"Kalau sudah punya Kitap, kalau mau ngajuin punya KTP dan KK boleh. Jadi kalau dinas mengeluarkan KTP asing dengan persyaratan lengkap, ya sah, legal secara hukum," tegasnya. 

Baca Lainnya