Limawaktu.id, CIMAHI — Perwakilan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Arif Rahman, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas pada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) demi menjamin keamanan dan kualitas pangan untuk anak-anak.
Arif Rahman menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pantauan di lapangan, masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki dan ditindaklanjuti oleh pihak pengelola SPPG bersama instansi terkait. Dua poin krusial yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan alat pendingin ruangan (AC) di area kerja serta fasilitas air panas untuk proses pencucian peralatan dan bahan makanan.
Menurut Arif, pemenuhan fasilitas penunjang ini bukan sekadar kelengkapan operasional, melainkan faktor penentu dalam menjaga kebersihan proses pengolahan pangan. Pasokan air panas dan suhu ruang yang terjaga dinilai sangat vital untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada makanan.
“Karena ini program yang sangat mulia, dampaknya sangat besar sekali, terutama bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak,” ujar Arif, Selasa, 8 September 2026.
Dia menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan makan harian, tetapi juga memegang peran strategis bagi tumbuh kembang generasi muda dalam jangka panjang.
Sinergi dalam menjaga kualitas program ini juga ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Cimahi. Pemkot Cimahi berkomitmen menempatkan keamanan pangan serta higiene sanitasi sebagai pilar utama dalam penyelenggaraan SPPG.Langkah preventif terus dilakukan untuk memastikan seluruh hidangan yang disiapkan dan didistribusikan kepada penerima manfaat tetap higienis, aman dikonsumsi, dan terjaga kualitas nutrisinya, mulai dari tahap dapur pengolahan hingga sampai ke tangan siswa di sekolah.
Rangkaian kegiatan pemantauan ini mencakup peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis, di antaranya SPPG Padasuka 01, SMPN 15 Cimahi, serta SPPG Cibeber 04. Evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari proses hulu penyediaan bahan baku hingga hilir pendistribusian.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyatakan bahwa peninjauan bersama tim pusat ini menjadi bagian dari fungsi kendali mutu (quality control) atas pelaksanaan program strategis nasional di wilayahnya.
Berdasarkan hasil pantauan di sekolah-sekolah, respons para siswa terpantau sangat positif.
“Alhamdulillah, saya melihat banyak anak-anak yang makan justru animonya sangat senang, bahagia, bahkan sampai habis,” ungkap Ngatiyana.
Ia menilai bahwa tingginya antusiasme anak-anak tersebut menjadi indikator kuat bahwa menu makanan yang diracik oleh SPPG tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga dapat diterima dengan baik oleh selera anak-anak, sehingga manfaat nyata dari program mulia ini dapat langsung dirasakan.