Senin, 22 Oktober 2018 13:00

Kotaku Atasi Kekurangan Air Bersih dan Persoalan Sampah di Kelurahan Utama 

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id, - Padatnya jumlah penduduk dan sempitnya lahan menjadi permasalahan lingkungan dan permukiman di RW 05 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan.

Dampaknya warga setempat mengalami kesulitan dalam pembuangan sampah dan ketersediaan air bersih
Beruntung, Kementerian PUPR menggulirkan penanggulangan wilayah kumuh melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), sehingga warga setempat bisa dipenuhi kebutuhan air bersihnya.

Baca Juga : Kotaku Menjadi Solusi Warga Padasuka Menata Lingkungan

Sedangkan untuk pembuangan sampah, KSM setempat dibantu dalam pengadaan roda dan motor sampah. Dikatakan Eni, warga RT 05 dan 06 banyak yang tidak memiliki sumur, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih harus mengandalkan pemberian dari pabrik di sekitar lingkungan warga. Bahkan ada juga warga yang harus membelinya

"Sebelum ada program Kotaku, kami harus mendapatkan air bersih dari pabrik atau membelinya," kata  Eni, Ketua RT 05/05 Kelurahan Utama Cimahi Selatan, belum lama ini.

Baca Juga : Komitmen Menganggulangi Wilayah Kumuh di Kecamatan Cimahi Utara

Eni berterimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan kepada warga melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di RW 05 Kelurahan Utama. "Kami berterimakasih dengan adanya program Kotaku ini," jelasnya. 

Hal yang sama disampaikan Sri Duta Pamungkas, Ketua RW 05 Kelurahan Utama kecamatan Cimahi Selatan. Dengan padatnya bangunan dan sempitnya lahan, menjadikan RW 05 termasuk dalam Wilayah Kumuh sesuai SK Wali Kota. 

Baca Juga : Perbaikan Sanitasi dan Lingkungan Warga Setiamanah dengan Kotaku

Untuk menangani persoalan kekumuhan ini, pihaknya mengerjakan beberapa kegiatan pembangunan fisik melalui program Kotaku, diantaranya pembuatan sumur bor, pembuatan roda sampah dan pengadaan motor sampah.

"Kami tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah, dengan tersedianya motor sampah nantinya sampah di RW 05 akan langusng dibuang ke TPS terdekat dengan melakukan kerjasama bersama wilayah lain yang berdekatan," ujarnya. 

Koordinator BKM Sejahtera Abadi Syamsudin mengungkapkan, sebelumnya pada 2017 lalu, RW 05 mendapatkan bantuan 2 titik sumur bor untuk kebutuhan air bersih warga. Sedangkan kegiatan lainnya seperti pembuatan dranaise masih belum dilakukan di RW 05, karena belum memenuhi syarat yang ditentukan prgram Kotaku. "Mudah-mudahan kedepan kegiatan lain untuk warga disini bisa terpenuhi," ungkapnya.

Baca Lainnya