Minggu, 8 Mei 2022 18:58

Korban Terseret Banjir Bandang Citengah Sumedang Ditemukan di Indramayu

Reporter : Bubun Munawar
Korban terseret arus di Sungai Cihonje Desa Citengah Kecamatan  Sumedang Selatan Kabupaten . Sumedang ditemukan meninggal dunia.
Korban terseret arus di Sungai Cihonje Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten . Sumedang ditemukan meninggal dunia. [Instagram]

Limawaktu.id,- Aira Dwi Rahmayuda (13) korban terseret arus di Sungai Cihonje Desa Citengah Kec. Sumedang Selatan Kab. Sumedang ditemukan meninggal dunia. Sebelumnya pada Sabtu (07/05) Pukul 19.00 WIB Tim Rescue Kansar Bandung terima info dari Potensi SAR Indramayu bahwa ditemukan jenazah dengan ciri-ciri anak perempuan berusia 13 tahun di Wilayah Indramayu dengan titik koordinat 06 29' 57" S - 108 18' 19.3 E jarak dari lokasi kejadian awal sejauh 82 KM.

Diduga Jenazah tersebut adalah Jenazah dari korban atas nama Aira selanjutnya korban di evakuasi ke RSUD Bhayangkara Indramayu untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan Tim SAR Gabungan  segera memberikan informasi kepada keluarga korban.

Selanjutnya pada hari ini Pukul 02.05 WIB Keluarga Korban tiba di RSUD Bhayangkara dan menyatakan bahwa Jenazah yang ditemukan di Indramayu adalah anaknya.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono menyebutkan Pukul 08.00 WIB dilaksanakan debriefing bersama tim SAR Gabungan, dengan telah teridentifikasinya korban maka Operasi SAR ditutup, Selanjutnya unsurs SAR Kembali ke kesatuan masing-masing.

Sebelumnya, Polres Sumedang menyiapkan tim trauma healing untuk keluarga korban yang belum di temukan untuk mengurangi beban psikologis akibat musibah yang terjadi. Dampak dari kejadian banjir bandang yang terjadi di kawasan wisata Desa Citengah, Kabupaten Sumedang, yang terjadi pada Rabu (04/05/2022), kini kawasan wisata tersebut ditutup untuk sementara.

Seperti diketahui banjir bandang tersebut mengakibatkan seorang anak umur 13 tahun asal Indramayu hilang terbawa arus.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menjelaskan, sampai  H + 3 kejadian banjir bandang, korban hanyut masih dilakukan proses pencarian oleh tim gabungan, Tim gabungan tersebut melibatkan 100 orang yang terdiri atas berbagai unsur yaitu TNI/POLRI, BPBD Sumedang, Tim Sar dan Relawan dari Organisasi Kemasyarakatan.

 

 

Baca Lainnya

Topik Populer