Kamis, 28 Maret 2019 12:18

Korban Penganiayaan Habib Bahar Disebut Penipu, Sidang pun Berlangsung Tertutup

Reporter : Fery Bangkit 
sidang lanjutan penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith, di Gedung Perpusda Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (28/3/2019).
sidang lanjutan penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith, di Gedung Perpusda Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (28/3/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Korban penganiayaan Habib Bahar, Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi disebut penipu dan disoraki oleh pengunjung.

Hal itu terjadi saat korban memasuki ruang sidang lanjutan penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith, di Gedung Perpusda Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (28/3/2019).

Baca Juga : Habib Bahar bin Smith Didakwa 7 Pasal Berlapis, Nih Rinciannya!

Sidang yang dipimpin Edison Muhammad sempat ramai dengan sorakan dan teriakan para pengunjung sidang yang kebanyakan pendukung Bahar bin Smith. Penyebabnya, yakni saat saksi yang dihadirkan merupakan korban penganiayaan Bahar.

Korban yang mengenakan pakaian muslim dan bermasker saat masuk ruang persidangan langsung disoraki dan diteriaki oleh para pengunjung.

Baca Juga : Habib Bahar bin Smith ke Jokowi:Tunggu Saya Keluar!

"Penipu. Buka-buka (Masker)," teriak pengunjung sidang.

Suasana riuh dan bergemuruh langsung disikapi Edison. Dia meminta para pengunjung untuk tenang. "Sudah saya ingatkan di sidang pertama. Tolong tenang Nanti lah kalau di luar persidangan silakan kalau mau teriak-teriak atau apa. Tapi tolong untuk di persidangan," ujarnya.

Baca Juga : Eksepsi Ditolak, Sidang Habib Bahar bin Smith Terus Berlanjut

Sidang lanjutan kasus penganiayaan akhirnya diputuskan tertutup. Alasannya, korban yang dihadirkan sebagai saksi masih di bawah umur. Diputuskannya sidang secara tertutup mendapat reaksi dari para pendukung Bahar bin Smith. 

Sidang dinyatakan berlangsung secara tertutup setelah ketua majelis Edison Muhammad membacakan identitas saksi korban, yakni Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi.

"Karena ini masih di bawah umur sehingga hanya orang tua saja yang mendampingi. Semuanya keluar tanpa terkecuali," kata Edison di persidangan. 

Sejumlah pendukung yang kebanyakan ibu-ibu tersebut terus berbicara, mereka tak percaya sidang tertutup padahal sebelumnya terbuka untuk umum. Bahkan ada yang tak mempercayai jika usia saksi masih di bawah umur. 

"Dia punya anak. Saya mau tetap bertahan. Saya mau di sini," ujar salah seorang perempuan. 

Salah seorang pengacara terdakwa sempat turun tangan. Dia mendekat ke kerumunan ibu-ibu untuk menenangkan. 

"Percayakan semua kepada kami," katanya.

Polisi juga terus membujuk pengunjung untuk keluar ruang sidang. Para pengunjung pun akhirnya keluar ruangan dan berkumpul di depan pintu ruang sidang.

Baca Lainnya