Jumat, 25 Mei 2018 17:39

Kokam Muhammadiyah Hadang Narasi Damai Nusantara PTI

Reporter : Jumadi Kusuma
Surat Himbauan dari Kokam Muhammadiyah Temanggung.
Surat Himbauan dari Kokam Muhammadiyah Temanggung. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Peace Train Indonesia (pti) ke-5 pada 25 - 27 Mei yang semula mengambil rute dari Jakarta ke Temanggung, karena adanya penolakan dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (kokam) Muhammadiyah Temanggung, dialihkan rutenya ke Wonosobo Jawa Tengah sebagai kabupaten ramah HAM, demikian siaran pers PTI yang diterima limawaktu.id, Jumat (25/5/18).

"Demi kebaikan bersama dan menghindari akses di kemudian hari pasca kegiatan maka kami penanggungjawab kegiatan beserta panitia lokal serta atas masukan dari berbagai pihak untuk memindahkan PTI 5 dari Kabupaten Temanggung ke Kabupaten Wonosobo," terang Pdt. Frangky Tampubolon Koordinator PTI.

Diketahui PTI kali ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai agama yang berasal dari berbagai daerah di tanah air merupakan program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan.

Peserta PTI akan mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai actor penting toleransi dan perdamaian antar agama.

Dilain pihak KOKAM Muhammadiyah Kabupaten Temanggung memandang kegiatan PTI berpotensi mengusik ketenangan umat Islam yang sedang khusyuk melaksanakan ibadah Ramadhan.

"Acara bertaraf nasional yang mendatangkan anak muda atau tokoh lintas agama dari luar kota Kabupaten Temanggung, sehingga bisa berpotensi mengganggu kondusifitas, ketentraman, ketertiban dan kenyamanan masyarakat di Wilayah Temanggung yang akan menghadapi pemilukada. Karenanya Kokam Muhammadiyah menghimbau agar kegiatan tersebut tidak dilaksanakan, jika tetap dilaksanakan dikhawatirkan akan memicu konflik,“ demikian lembar himbauan Kokam Muhamadiyah Temanggung.

Surat yang ditujukan kepada Bupati, Kapolres dan Komandan KODIM 0706 Temanggung tersebut ditandatangani oleh Kabul Handoyo sebagai ketua dan Mujiarto sebagai sekretaris, tertanggal 22 Mei 2018 ditembuskan pula Kepala Kantor Kemenag dan Ketua FKUB Kabupaten Temanggung.

Baca Lainnya