Limawaktu.id, Bandung Barat - Berawal dari sebuah ketidaksengajaan saat menemani sang buah hati bekerja, sebuah lini bisnis kuliner kini berkembang pesat hingga memiliki puluhan cabang. Adalah RG Iga, brand kuliner yang mengusung misi membawa olahan daging sapi berkualitas ke seluruh lapisan masyarakat dengan harga yang ramah di kantong.
“Nama "RG" sendiri diambil dari inisial nama saya dan suami, yakni Regar Ginting. Bisnis ini resmi berdiri pada Maret 2021 di Jawa Barat, dengan titik awal perjuangan yang bermula di wilayah Lembang,” terang Owner RG Resto, Nia Ginting, di RG Café dan Resto, Jalan Tagog Munding nomor 298, Kelurahan Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 23 April 2026.
Nia berkisah, ide bisnis ini muncul saat ia melihat sebuah kedai Sop Iga di Subang yang menjual menunya dengan harga hanya Rp15.000. Fenomena tersebut memicu rasa ingin tahu sang pemilik yang memiliki latar belakang di bidang manajemen.
"Masyarakat kita sering menganggap sapi itu makanan mahal yang hanya ada saat Lebaran Haji. Kami ingin mengubah pandangan itu. Kami ingin membuktikan bahwa dengan harga terjangkau, masyarakat sudah bisa menikmati olahan sapi yang enak," ujarnya.
Menurut Nia, setelah menjalin komunikasi intensif dengan pemilik awal di Subang dan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola manajemen serta pasokan bahan baku, RG Iga pun melesat. Dimulai dari mengelola cabang ke-41, kini brand tersebut telah sukses mengekspansi pasar hingga mencapai cabang ke-53.
Saat ini, pusat operasional RG Iga berlokasi di Jalan Tagog Munding No. 298, Kelurahan Citatah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Lokasi ini menjadi jantung kendali bagi puluhan cabang lainnya dalam menjaga kualitas rasa.
Menu-menu yang menjadi primadona di kalangan pelanggan antara lain Sop Iga, Sop Iga Bakar, Sop Iga Sambal Pedas, hingga Tongseng Iga. Keberhasilan RG Iga membuktikan bahwa strategi manajemen yang kuat dan niat untuk menghadirkan harga yang inklusif bagi masyarakat adalah kunci dalam memenangkan persaingan di industri kuliner.
Nia menjelaskan, walaupun tempatnya dirapikan, peralatan dibagusin untuk kelas menengah ke atas, tapi tetap harganya dibuat menengah kebawah supaya untuk masyarakat yang pengen makan sapi dengan rasa yang bagus, dengan tampilan yang bagus, tapi harganya harga murah.
“Kita di sini memang sangat mempertahankan konsistensi, kualitas, dan rasa. Makanya bumbu-bumbu saya rancik sendiri, Walau saya sibuk di usaha saya seperti properti, wisata, dapur-dapur MBG, untuk bumbu saya pegang sendiri. saya rancik dengan tangan saya sendiri, yang tahu rahasianya hanya saya dan putri saya yang dua orang, suami sendiri nggak tahu,” jelasnya.
Saat disinggung soal kliennya, Nia menyebutkan, pelanggan khusus di RG ini atau paramedis yang dari Cianjur, rujukan ke Rumah Sakit Bandung, dia mampir ke sini.Selain itu, banyak anggota TNI yang mengikuti pendidikan Infanteri di Cipatat juga mampir di Sop Iga RG. Kata mereka ternyata di tulang iga itu ada kandungan kalsium yang sangat tinggi.
Nia pun membuka peluang bagi siapapun untuk membuka cabang Sop Iga RG ini dimanapun itu, mau di Sumatra, dimanapun itu, terbuka untuk franchise, dengan cara yang sangat mudah. Dengan modal Rp. 20.000.000, udah bisa buka franchise RG . Royalty hanya 5%.