Minggu, 11 Oktober 2020 11:42

Kisah Inspiratif Reza, Dari Tas Kehujanan Hingga Punya Bisnis dengan Omzet Menggiurkan

Reporter : Fery Bangkit 
Reza Dwi Alamsyah (26) Pengusaha Tas Lokas Berkualitas  Dan Belasan Pegawainya.
Reza Dwi Alamsyah (26) Pengusaha Tas Lokas Berkualitas Dan Belasan Pegawainya. [Foto Istimewa]

Cimahi – Tas seakan menjadi kebutuhan yang wajib dibawa ketika keluar rumah. Sehingga penjualan tas tetap tinggi tanpa melihat trend dan momentum tertentu seperti pandemi Covid-19 atau virus korona.

Potensi itu dibaca Reza Dwi Alamsyah (26) hingga ia terjun ke dunia bisnis dengan memproduksi tas lokal yang berkualitas. Otak bisnis itu membawanya kepada kesuksesan. Ia kini bisa meraup Rp 90-100 juta setiap bulannya.

Pria lulusan Universitas Parahyangan itu mulai merintis usahanya sejak tahun 2016 ketika Reza ingin membeli tas yang diinginkan. Namun harganya saat itu membuat ia berpikir keras.

“Terus saya berpikir untuk bikin sendiri dan dikasih lihat ke temen-temen. Responnya baik,” kata Reza di bengkel produksinya di Jalan Pesantren, Sabtu (10/10/2020).

Kemudian tahun 2018, Reza mencoba mencantumkan brand New Light sebagai nama tas produksinya hingga akhirnya diprosuksi massal tahun 2019. Awalnya ia hanya menyasar teman-teman masa kuliah dan sekolahnya.

Reza Dwi Alamsyah (26) saat memperlihatkan berbagai jenis tas lokal yang siap untuk dijual secara online.

Hingga kemudian Reza berpikir untuk menjual berbagai jenis tasnya secara online melalui berbagai e-commerce ternama.

“2019 saya fokus jualan online. Di situ kana da review jujur dari pembeli apa yang bagus dan kekurangannya,” tutur Reza.

Ada berbagai jenis tas yang diproduksi di bengkel sederhananya itu. Dari mulai tas pinggang, tas ransel, tas selempang, tas tangan hingga tas gitar. Tas yang dibuatnya tak asal-asalan.

Dari sisi konsep, ia mengedepankan nilai lokal Indonesia seperti pada desain hingga materialnya. Selain itu untuk menunjang penjualan, Reza lebih mengedepankan tas yang bisa dipakai dalam kondisi apapun dan dimanapun.

“Kemudian yang pastinya tahan air, buat orang dengan mobilitas tinggi. Itu terilhami sewaktu saya kuliah, tas saya kebasahan karena kehujanan. Padahal bawa laptop,” terang Reza.

Kerja kerasnya selama ini dalam mengembangkan tas dengan brand sendiri membuahkan hasil. Dengan harga jual terendah Rp 190, dan termahal Rp 1,3 juta, Reza mempu meraup Rp 90-100 juta dalam sebulan.

Tak hanya itu, dengan usahanya itu ia mampu membuka lapangan pekerjaan terhadap 16 orang. Dengan barang dan pegawai yang berkualitas, tas New Light sudah tembus ke Jakarta, Medan, Palembang dan Kalimantan.

“Ada juga pembeli dari Singapura dan Malayasia. Dari wilayah Bandung Raya justru belum banyak yang tau,” ucap Reza.

Seiring mewabahnya Covid-19, sebetulnya bisnis yang digeluti Reza sangatlah terdampak. Ada penurunan penjualan, tapi bukan karena sepi peminat. Melainkan kesulitan mencari bahan baku.

Omzet Rp 100 juta yang selalu ia dapat sebelum pandemi Covid-19 menurun hingga Rp 60 juta per bulan. Namun ia bersyukur masih bisa bertahan tanpa harus merumahkan belasan pegawainya.

“Jadi memang kehilangan momentum pas pandemi ini karena banyak toko bahan yang tutup. Kalau pembeli ada terus,” sebut Reza.

Ia berharap pandemik Covid-19 ini segera berakhir, karena ia bertekad untuk terus mengembangkan usahanya.

“Saya bercita-cita membawa harum produk lokal di mata nasional bahkan internasional,” tukasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer