Jumat, 7 Juli 2023 16:50

KH Ma’ruf Amin Ingatkan Ulama Bertanggungjawab Menjaga Umat dari Paham Menyimpang

Penulis : Bubun Munawar
Wapres K.H. Ma'ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren  Muqimus Sunnah, di Jl. Melaburi, Talang Buluh, Kabupaten  Banyuasin, Jum’at (7/7/2023).
Wapres K.H. Ma'ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, di Jl. Melaburi, Talang Buluh, Kabupaten Banyuasin, Jum’at (7/7/2023). [BPMI/Setwapres]

Limawaktu.id, - Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin mengunjungi Kampus 3 Pondok Pesantren  (Ponpes) Muqimus Sunnah, yang berlokasi di Jl. Melaburi, Talang Buluh, Kabupaten  Banyuasin.

Di Ponpes yang didirikan oleh K.H. M. Zen Syukri, murid dari pendiri Nahdlatul Ulama K.H. Hasyim Asy'ari, Wapres bersilaturhami dengan para kyai setempat, yaitu K.H. Affandi Rois, K.H. Hernoe Roesprijadji, K.H. Nursalim Habibi, K.H. Zainuri, K.H. Zainul Arifin, K.H. Syukron Makmun, K.H. Tobroni Hanani, K.H. Syamsuddin Nur, K.H. Imam Barizi, K.H. Rosidin Hasan, serta anak pendiri Ponpes Muqimus Sunnah Ibu Izzah Zen Syukri, yang merupakan Ketua Muslimat NU Kota Palembang.

Kepada awak media, Wapres menjelaskan bahwa pertemuan dengan para kyai tersebut membahas tentang tanggung jawab ulama.  Pertama, tanggung jawab keagamaan (masuliyah diiniiyyah), karena di zaman modern ini banyak kecendrungan orang-orang meninggalkan agama.

“Misalnya orang [mengatakan] kita bisa “we can”,  tidak pernah menyebut insyaallah, Allahnya nggak ada. Hanya kita aja yang ada. Kita ingin jangan sampai melupakan Allah sebagai bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa,” jelasnya.

Selain itu, ungkap Wapres, ulama juga bertanggung jawab untuk   menjaga umat dari paham-paham yang menyimpang.

Dia pun mencontohkan, saat ini ada isu yang menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah ucapan nabi, padahal A-Qur’an adalah firman Allah SWT.

Wapres menambahkan, ulama juga bertanggugjawab menjaga umat dari cara berpikir yang sempit dan tekstual, tetapi juga tidak liberal.

“Tapi [cara berpikir] yang moderat, bagaimana kita membangun Islam yang moderat, ini tanggung jawab ulama,” sambungnya.

Tanggung jawab ulama yang kedua, Wapres mengungkapkan, adalah tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan.

“Karena ada prinsip yang kita anut bahwa hubbul wathan minal iman, cinta tanah air bagian dari iman, konsekwensinya  kita hrs punya tanggung jawab terhadap masalah bangsa ini, siapapun yang berkuasa, siapapun memimpin bangsa ini, maka ulama harus menjadi bagian yang menjaga negara dan bangsa ini. Itu saya kira tanggung jawab besar,” urainya.

Usai acara, Wapres melakukan Salat Jumat di Aula Ponpes Muqimus Sunnah. Selanjutnya, Wapres memberikan bantuan sosial dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupa beasiswa Untuk 30 santri di Ponpes Muqimus Sunnah kelas XII. Beasiswa Santri yang diberikan tahun 2023 ini senilai  6 juta rupiah untuk bimbingan belajar serta mendaftar ke kampus favorit untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Sebagai informasi, asal nama “Muqimus Sunnah” diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, dengan tujuan melestarikan dan menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW. Ponpes ini didirikan pada tahun 2007,  dan pada tahun 2019 sudah memiliki 3 kampus sebagai pusat pendidikan formal dan non formal. Kampus pertama berada di Jalan Depaten Lama, 27 Ilir, Ilir Barat II, Kota Palembang, yang dibuka pada tahun 2009. Kampus kedua berada di Jalan K.H. Azhari, 12 Ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang, yang dibuka tahun 2014 khusus maha santri. Sementara, kampus ketiga berada di Jalan Melaburi, Talang

Kelapa, Kabupaten Banyuasin, yang dibuka pada tahun 2019.

Mendampingi Wapres dalam pertemuan ini,  Gubernur Sumsel Herman Deru, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Robikin Emhas, dan Arif Rahmansyah Marbun.

Baca Lainnya