Rabu, 12 Desember 2018 15:11

Kesaksian Tangan Kanan Fahmi Soal Kamar 'Bercinta' di Lapas Sukamiskin

Reporter : Fery Bangkit 
Persidangan Kasus Suap Terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, Di Pengadilan Tipikor Pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (12/12/2018).
Persidangan kasus suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (12/12/2018).  [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Kamar (sel) seluas 2x3 meter yang dibangun Fahmi Darmawansyah di Lapas Sukamiskin untuk berhubungan intim dengan istrinya, Inneke Koesherawati, dan akhirnya disewakan untuk 'bercinta' disebut dengan istilah gudang oleh Andri Rahmat. Andri merupakan tangan kanan Fahmi.

Hal itu diungkapkan Andri saat memberikan kesaksian terhadap terdakwa Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (12/12/2018).

Baca Juga : Diancam Dua Tahun Penjara, Begini Awal Mula Mantan Kalapas Sukamiskin Bandung Terima Gratifikasi dari Fahmi Hingga Tubagus

Andri mengungkapkan, sebelum disulap menjadi kamar khusus berhubungan intim, awalnya tempat itu merupakan WC. Kemudian atas perintah Fahmi, dirinya merenovasi WC tersebut menjadi kamar khusus dengan disediakan spring bed, dan di. lapas Sukamiskin di Blok tempat Fahmi tinggal dikenal dengan sebutan 'Gudang'.

"Betul kamar itu buat Fahmi sama istrinya?" Tanya anggota majelis Marsidin Nawawi di persidangan. 

Baca Juga : Fakta Baru Soal Jual-Beli Sel di Lapas Sukamiskin Bandung

"Betul gak disewakan ke semua orang, hanya narapidana yang satu blok saja," katanya. 

Marsidin pun menanyakan siapa saja napi Tipikor yang pernah memakai 'gudang' tersebut. Andri mengaku jumlahnya ada tujuh orang, di antaranya Uci Sanusi, Suparman, dan Umar. 

Baca Juga : Sekali Renovasi Sel, Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Dihargai Rp 100 Juta

"Itu Rp 650 sekali pakai, saberesna atau apa istilahnya short time," tanya Marsidin lagi.
 
Pertanyaan Marsidin membuat pengunjung persidangan riuh dengan suara tertawa. Andri pun mengaku Rp 650 ribu hanya sekali pakai, atau sampai yang menyewanya selesai melakukan hubungan intim. 

Andri pun membantah saat ditanyakan Marsidin di ruangan tersebut dilengkapi dengan AC dan kulkas. Menurutnya, di kamar berukuran 2x3 tersebut hanya dilengkapi dengan spring bed dan toilet.

Baca Lainnya