Selasa, 21 Mei 2019 15:42

Keroyok Suporter Persija Jakarta, Joko Dihukum 7 Tahun Penjara

Reporter : Iman
Sidang putusan penganiayaan Haringga Sirla di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (21/5/2019).
Sidang putusan penganiayaan Haringga Sirla di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (21/5/2019). [limawaktu]

Limawaktu.id - Salah seorang pengeroyok suporter Persija Jakarta, Joko Susilo dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun penjara. Vonis sama dengan tuntutan jaksa sebelumnya.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan penganiayaan Haringga Sirla di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (21/5/2019). Sidang yang dipimpin M Basri dilakukan secara maraton di ruang dua.

Baca Juga : 7 Pelaku Pengeroyok Suporter Persija Jakarta di Limpahkan ke Kejari Bandung

Dalam amar putusannya, M Basri menyatakan Joko terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara terang-terangan dengan tenaga bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan meninggal sebagaimana dakwaan alternatif kedua pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana.

"Menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara, dan dikurangi selama masa penahanan," katanya.

Baca Juga : Beda-beda Tuntutan Para Terdakwa Pengeroyokan Suporter Persija

Hakim juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa dan menimbulkan luka mendalam di keluarga korban, serta tidak mengakui. Meringankan belum pernah dihukum, sopan dan punya tanggungan keluarga.

Seperti diketahui, Joko dan para terdakwa melakukan perbuatannya saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung.

Baca Juga : Kuasa Hukum Minta Pengeroyok Suporter The Jakmania Dibebaskan

Sebelum aksi pengeroyokan terjadi, beberapa oknum Bobotoh melakukan sweeping terhadap korban. Saat itulah ditemukan identitas yang menandakan korban merupakan pendukung Persija Jakarta.

Para terdakwa saat itu berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) mendengar ada keributan dan mendatangi lalu ikut melakukan pengeroyokan. Masing-masing terdakwa memukul hingga menendang ke beberapa bagian tubuh korban yang saat itu sudah babak belur.

Akibat perbuatan terdakwa, korban Haringga Sirla mengalami luka sangat parah. Berdasarkan hasil visum dokter forensik di RS Bhayangkara Sartika Asih, korban mengalami luka dibagian kepala, patah tulang hidung dan leher, memar dibagian otak serta luka dibagian vital korban.

Baca Lainnya