Kamis, 27 September 2018 15:40

Kerja Sama dengan Pemkot Cimahi Soal Kewirausahaan, Unpar Lirik Kampung Adat Cireundeu

Reporter : Fery Bangkit 
Internasional Conference of Business Administration (ICBA) di Gedung Technopark, Jalan Baros, Kota Cimahi, Kamis (27/9/2018).
Internasional Conference of Business Administration (ICBA) di Gedung Technopark, Jalan Baros, Kota Cimahi, Kamis (27/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Kota Cimahi dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan kewirausahaan.

Salah satunya Kampung Adat Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan yang memiliki potensi lokal bidang ketahanan pangan.

Baca Juga : DPKP Cimahi ke Pengembang Pembangunan di Kampung Adat Cireundeu: Metodenya tidak Aman dan Main Bongkar

Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Parahyangan (Unpar), Magadar Situmorang dalam acara Internasional Conference of Business Administration (ICBA) di Gedung Technopark, Jalan Baros, Kota Cimahi, Kamis (27/9/2018).

"Selain ketahanan pangan, masyarakatnya juga memiliki daya tahan, kemampuan atas nilai kearipan lokal dalam rangka mewujudkan pembangunan," katanya.

Baca Juga : Yuk Intip Cara Warga Kampung Adat Cireundeu Gelar Upacara Tutup Tahun Sunda Saka

Untuk itu pihak dari Unpar menyelenggarakan acara ICBA yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Cimahi dengan tujuan membantu masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan tersebut, salah satu cara yang paling efektif dengan cara membangun kewirausahaan.

Baca Juga : Kabar Terbaru Soal Pembangunan Perumahan di Kampung Adat Cireundeu

Untuk di Kota Cimahi sendiri yakni dengan cara mengembangkan kewirausahaan di Kampung Adat Cireundeu dengan mengandalkan ketahanan pangan.

"Kampung Adat Cireundeu adalah sebuah contoh karena ada potensi lokal yang sebenarnya memiliki nilai kultural sekaligus memiliki potensi ekonomi yang komersial," katanya.

Atas hal tersebut, menurut Magadar, seharusnya pemerintah Kota Cimahi memberikan fasilitas seperti memberikan bantuan teknis, pelatihan, tempat produksi hingga branding.

Menurutnya, fasilitas yang diberikan pemerintah tidak harus dilakukan sendiri, tetapi bisa berkolaborasi dengan pihak lain seperti bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi.

"Seperti bekerjasama dengan kita (Unpar), jadi saat ketika datang ke Cireundeu dengan ide dan konsep tertentu pemerintah seyogyanya bisa memberikan kemudahan," katanya.

Pihaknya juga sangat terbuka untuk membantu pihak pemerintah Kota Cimahi dengan mengandalkan kompetensi, keahlian yang ada karena perguruan tinggi membutuhkan kerjasama dengan pemerintah agar mahasiswanya bisa mengembangkan kemampuannya.

Ditempat yang sama Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatana, mengatakan kerjasama dengan Unpar untuk mengembangkan kewirausahaan ini akan terus dilanjutkan.

"Mudah-mudahan dengan acara ICBA ini potensi kewirausahaan yang dimiliki Kota Cimahi lebih diketahui secara mendunia karena bakal ada utusan dari 14 negara yang akan tinggal sementara di Cireundeu," katanya.

Baca Lainnya