Kamis, 25 Oktober 2018 18:05

Kerja 'Lelet', Wakil Bupati Bandung Barat Ancam Potong TPP ASN

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.
Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan. [Dok ig Hengky]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menebar ancaman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Dirinya mengancam akan memberikan sanksi bagi ASN berupa pengurangan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) jika kinerjanya 'lelet'. "Makanya bagi SKPD yang lambat merespons kami akan terapkan sanksi TPP-nya dikurangi 30%," tegas Hengky, Kamis (25/10/2018).

Pernyataan itu dilontarkan Hengky usai mengetahui 'leletnya' respon SKPD terhadap laporan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui nomor KBB Quick Respons. Hal itu diketahuinya setelah dilakukan pengecekan ke Kominfo, termasuk adanya SKPD yang saling lempar tanggungjawab karena menganggap itu bukan bidang pekerjaannya.

Hal ini sangat disayangkan karena dirinya ingin setiap keluhan yang masuk maksimal dalam delapan jam sudah dijawab, sementara untuk penanganan masalah maksimal satu minggu.

"Di KBB ini keluhan masyarakatnya terbanyak kedua di Jabar, jadi percuma kalo SKPD gak respons cepat," tegas Hengky.

Ke depan, ia bersama Bupati Bandung Barat Aa Umbara berencana memasang CCTV untuk memantau kinerja dan absensi SKPD dari cara menanganai keluhan warga yang masuk melalui program quick respons.

"Kami ingin meningkatkan kinerja ASN agar program KBB Lumpat bisa terkejar. Untuk itu kedisiplinan menjadi penting sehingga perlu ada sanksi buat efek jera kepada ASN yang tidak disiplin atau kinerjanya rendah," katanya.

Dirinya sudah menyampaikan usulan pemasangan CCTV di setiap pintu masuk kantor SKPD kepada Bupati Aa Umbara dan didiskusikan dengan BKD serta inspektorat. Tujuannya untuk merekam pergerakan ASN baik saat masuk atau jam pulang kantor. 

Nantinya ketika ada ASN yang datang terlambat masuk dari jam kantor atau pulang lebih awal akan ketahuan. Sehingga di hari berikutnya mereka yang melakukan korupsi waktu fotonya dipajang di depan kantor.

Perlakuan ini sama seperti yang dilakukan kepada para perusahaan pengemplang pajak, yang dipasangi spanduk penunggak pajak oleh petugas. Hal itu sangat berdampak karena memberikan efek malu, mengingat spanduk itu dibaca dan dilihat langsung oleh publik. 

Faktanya baru sehari spanduk itu dipasang sudah ada hotel dan restoran yang langsung membayar tunggakan pajaknya. "Itu kan efek jeranya bagus. Makanya ketika ada ASN yang datang terlambat ngantor foto mereka dipajang. Diharapkan dengan begitu mereka menjadi malu dan ke depannya tidak lagi telat ngantor," pungkasnya.

Baca Lainnya