Senin, 7 Januari 2019 12:43

Keren!Siswa SMKN 1 Cimahi Ciptakan Aplikasi Vending Machine, Apa Itu?

Reporter : Fery Bangkit 
Muhammad Rowdoh (18), Ahmad Herdiansyah (18) dan Rina Hikmawati (19), tiga siswa SMKN 1 Kota Cimahi Tengah Mempraktikan Aplikasi Vending Machine dan E-Money di SMKN 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Senin (7/1/2019).
Muhammad Rowdoh (18), Ahmad Herdiansyah (18) dan Rina Hikmawati (19), tiga siswa SMKN 1 Kota Cimahi Tengah Mempraktikan Aplikasi Vending Machine dan E-Money di SMKN 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Senin (7/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan dinilai masih rendah. Sebagai solusinya, tiga siswa SMKN 1 Cimahi merintis aplikasi yang dinamakan Vending Machine dan E-Money.

Adalah Muhammad Rowdoh (18), Ahmad Herdiansyah (18) dan Rina Hikmawati (19), tiga siswa SMKN 1 Kota Cimahi. Bukan hanya untuk menumbuhkan pemahaman literasi keuangan, dari aplikasi itu, mereka juga mendapatkan Juara II Smart Hackathon 2018 'Financial Literacy Millennials' tingkat nasional Desember lalu.

Saat ditemui di Ruang Produksi SMKN 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Senin (7/1/2019), tiga siswa berprestasi itu bersedia dan semangat berbagi cerita seputar Vending Machine dan E-Money yang mereka ciptakan.

M Rawdoh, siswa Kelas XIII Jurusan Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Cimahi menuturkan, sebelum menciptakan aplikasi mesin penjual otomatis, ia dan Ahmad Herdiansyah, siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) mencoba merintis 'Smart Home' atau alat pengontrol rumah. Alat itu diikutikan dalam lomba di Tangerang, Banten, Oktober 2018.

"Cuma kalah karena persiapan," ucap Rowdoh.

Namun, kegagalan itu tak lantas membuatnya patah semangat. Ia dan Ahmad pun terus mencoba berbagai inovasi baru. Kali ini, ada siswa cantik bernama Rina Hikmawati, jurusan Teknik Elektronika Industri yang bergabung.

Kemudian, mereka pun memutuskan mengikuti lomba Smart Hackathon yang diselengarakan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI. Ide saat itu yang terbesit ialah membuat aplikasi Vending Machine dan E-Money yang mereka ciptakan. Sempat bingung, akhirnya aplikasipun berhasil diciptakan dalam waktu 24 jam.

Sebelum menjadi juara II, alat yang mereka rintis itu terlebih dulu masuk 40 besar, dari sekitar 300 peserta yang terdaftar saat itu. "Lombanya bikin aplikasi alat atau apa Idenya itu awalnya bingung, tapi Rina ngusulin proyeknya vending mesin," ujarnya.

Cara kerja Vending Machine dan E-Money dijelaskan Rina Hikmawati. Secara umun, kata dia, vending mesin ini sama hal nya seperti mesin penjual otomatis lainnya. Dimana dari dalam mesin itu bisa mengeluarkan berbagai barang.

Namun perbedaannya, alat yang mereka ciptakan tak harus menggunakan koin seperti kebanyakan. Tapi menggunakan E-Money. Dengan E-Money itu, pengguna tinggal scan barcode. Catatan, harus memiliki saldo.

"Ini masih sederhana, isinya juga baru produk yang sachet. Tapi nanti bakal dikembangkan lagi," jelas Rina, yang saat ini duduk di Kelas XIII.

Lalu, berapa budjet yang harus mereka keluarkan?

Ahmad Herdiansyah menuturkan, semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat vending mesin ini dikeluarkan dari uang saku mereka. Jika dinominalkan, jumlahnya Rp 4 juta. Tapi, kata Ahmad, ia dan dua rekannya tak mengeluarkan uang sebesar itu, tapi memanfaatkan alat yang ada.

"Ini masih protitipe, lebih murah. Mudah didapat di toko elektro," tandasnya.

Baca Lainnya