Minggu, 5 November 2017 17:32

Kendaraan Umum Dilarang Pakai Lampu Isyarat dan Sirine

Reporter : Fery Bangkit 
Kendaraan Umum Yang Memakai Lampu Isyarat dan Sirine Menjadi Salah Satu Target Kepolisian Selama Operasi Zebra Lodaya 2017.
Kendaraan Umum Yang Memakai Lampu Isyarat dan Sirine Menjadi Salah Satu Target Kepolisian Selama Operasi Zebra Lodaya 2017. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Kepala Bagian Operasi (KBO) Lantas Polres Cimahi, Iptu Dudy Iskandar menegaskan, kendaraan umum baik motor atau mobil dilarang memakai lampu isyarat dan sirine.

Aturan tersebut tercantum jelas dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.

"Untuk lampu isyarat dan sirine jelas gak boleh. Itu hanya untuk kepolisian, ambulan, TNI, Damkar, Dishub," terang Dudy, saat ditemui disela-sela pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2017 di Samsat Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Minggu (5/11/2017).

Dikatakannya, kendaraan umum yang memakai lampu isyarat dan sirine menjadi salah satu target kepolisian selama Operasi Zebra Lodaya 2017 berlangsung.

"Itu jadi sasaran kira. Sejauh ini sudah ditemukan (pakai lampu isyarat dan sirine). Sekitar 10-an ada," ujar Dudy.

Untuk sementara ini, kata Dudy, pihaknya tidak melakukan pencopotan terhadap lampu isyarat dan sirine yang dipakai pengendara.

"Sementara kita himbau untuk tidak dipakai dan tidak dinyalakan, selain tentunya ditilang," imbuhnya.

Sekedar informasi, Operasi Zebra Lodaya 2017 sudah berlangsung sejak 1 November, dan akan berakhir 14 November 2017.

Hingga hari ke-5 pelaksanannya, Polres Cimahi telah menindak sekitar 4 ribu pelanggar di wilayah Kota Cimahi dan Bandung Barat.

Ia menghimbau, sebelum berkendara, diharapkan masyarakat menyiapkan berbagai kelengkapan berkendara. Seperti SIM dan STNK yang harus dipastikan masi berlaku.

"Cek kendaraan, spion terpasang, lampu menyala dan saling menghormati dalam berkendara," imbuh Dudy.(kit)*