Sabtu, 18 Juli 2020 9:56

Kemenperin RI Gelar Bimtek Wirausaha IKM Perbengkelan Roda Dua Terdampak Covid-19 di Lembang

Reporter : Permana
Kiri-Kanan Denni Kurniawan (Kabid Sapras dan PI Disperindag KBB), Rosid & Samsul (peserta bimtek) dan R. Ariansyah Kamil (Kemenperin RI).
Kiri-Kanan Denni Kurniawan (Kabid Sapras dan PI Disperindag KBB), Rosid & Samsul (peserta bimtek) dan R. Ariansyah Kamil (Kemenperin RI). [Permana]

Bandung Barat - Kementerian Perindustrian RI melalui Direktorat IKM LMEA (Industri Kecil Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut) mengadakan bimbingan teknis wirausaha dan Fasilitasi Mesin/Peralatan IKM Perbengkelan Roda Dua Terdampak Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Acara bimtek ini dilaksanakan selama lima hari, Senin-Jumat (13-17/7/2020), bertempat di Villa Lemon, Jl. Hortikultura no. 18 Jayagiri, Lembang, KBB. 

Acara ini diikuti oleh 20 peserta dari Kecamatan Cihampelas dan Cipongkor. Materi yang diberikan, diantaranya kewirausahaan, akses pembiayaan melalui KUR (kredit usaha rakyat) dan praktek perbengkelan roda dua.

 Bimtek Wirausaha IKM Perbengkelan Roda Dua Terdampak Covid-19 di Villa Lemon Lembang 

Menurut Direktur IKM LMEA, Endang Suwartini, sebagai salah satu langkah untuk menumbuhkan wirausaha baru, kementrian perindustrian menyelenggarakan bimbingan teknis penumbuhan wirausaha industri dengan melihat potensi dari masing-masing daerah.

Disamping itu, untuk membantu memulai usaha diberikan pula fasilitasi bantuan mesin/peralatan untuk kelompok usaha bersama yang dibentuk dari peserta bimbingan teknis tersebut. Sehingga diharapkan muncul wirausaha-wirausaha baru, yang dapat membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja di bidang perbengkelan roda dua. 

"Kami mengharapkan, para peserta bimtek ini akhirnya bisa menjadi wirausaha yang mandiri dan menjadi pionir untuk maju dan berkembang dalam berwirausaha," tutur Endang. 

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana, Pra Sarana dan Pemberdayaan Industri (Sapras & PI) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB, Drs. Denni Kurniawan, mengungkapkan, dampak covid-19 hingga saat ini masih dirasakan oleh IKM perbengkelan. Salah satunya penurunan omset yang sangat signifikan. 

Oleh karenanya, kegiatan ini menjadi angin segar bagi IKM perbengkelan di Jawa Barat. Sebagai salah satu upaya kementerian Perindustrian dalam menggali potensi dan kompetensi sumber daya manusia. (SDM), khususnya di KBB.

Kebutuhan akan SDM yang handal untuk menghadapi kompetensi bukan hanya sekedar komunikasi, namun pengetahuan dan kemampuan (skill) sangat diperlukan dalam mengembangkan kualitas SDM termaksud. 

"Kegiatan ini sangat diperlukan di KBB dalam mendukung penyerapan lapangan kerja dan menghadapi kesiapan IKM perbengkelan di era new normal," jelas Denni. (hra)**

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer