Senin, 3 September 2018 19:18

Kembalikan 4 Aset, Pemkot Buka Opsi Caretaker untuk PJDM

Reporter : Fery Bangkit 
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Di Jalan Sukimun, RT 03/04 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Di Jalan Sukimun, RT 03/04 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi mengakui hingga saat ini belum menentukan opsi kekosongan Direksi Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM).

Seperti diketahui, masa bakti Direksi PDJM dibawah pimpinan Maktal S Nugraha telah habis sejak tahun lalu. Dan hingga saat ini, belum ada pembahasan soal kelanjutan Perusahaan Daerah (Perusda) tersebut.

Padahal, keberadaan para Direksi PDJM dibutuhkan untuk mengelola sejumlah aset. Ada empat aset yang sejak tahun 2011 dialihkelolakan dari Pemerintah Kota Cimahi kepada PDJM. Yakni Stadion Sangkuriang, Rumah Potong Hewan (RPH), Pasar Benih Ikan (PBI) dan Rumah Desain.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Cimahi Tri Laksmihindiah mengatakan, pihaknya juga masih menanti kepastian dari PDJM. Pasalnya, jajaran direksi PDJM sudah habis masa tugas sehingga saat ini statusnya tanpa pengelola.

"Kalau sudah beres, harus ada penyerahan dari PDJM. Sedangkan sekarang kepengurusan di PDJM belum ada, sementara ini statusnya masih off," katanya saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (3/9/2018).

Untuk mengembalikan keempat aset tersebut, kini Pemerintah Kota Cimahi saat ini masih berkutat dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 12 Tahun 2011 tentang Penyertaan Modal. Jika Perda sudah selesai, maka aset akan dilimpahkan kembali ke Pemerintah Kota Cimahi.

Untuk pengembalian asetnya, otomatis harus ada penanggungjawab dari pihak PDJM agar serah terima asetnya dianggap sah. Opsi pejabat berwenang PDJM diisi caretaker pun tengah dipertimbangkan untuk mengisi kekosongan Direksi PDJM.

"Kalau saat nanti pengembalikan di PDJM pakai caretaker ya bisa saja, tapi belum ada dan harus dibentuk dulu. Sekarang masih fokus bahas perda di dewan," tutur Tri.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahtraan Rakyat Kota Cimahi, Maria Fitriana mengungkapkan, opsi perpanjangan masa bakti Direksi PDJM muncul sejak Sudiarto menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi. Namun tak terealisasi. Opsi pun muncul agar kekosongan tersebut diisi caretaker.

Tapi, sejak Ajay Muhammad Priatna-Ngatiyana, belum ada pembahasan lanjutan terkait permasalahan tersebut. Hal tersebut diakui Maria menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya.

"Kemungkinan pakai caretaker. Itu masih dicari. Bisa dari luar PNS tapi tetep ada PNS-nya untuk menjembatani," tandasnya.

Baca Lainnya