Limawaktu.id, - Lima individu Owa Jawa dilepasliarkan ke Hutan Lindung Gunung Puntang Malabar, Jawa Barat setelah direhabilitasi selama lima sampai tujuh tahun di Javan Gibbon Center di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Hal ini menjadi upaya nyata pada Hari Owa Internasional disaat populasinya terancam karena pemburuan dan perdagangan serta habitat mereka di Pulau Jawa yang tersisa tidak lebih dari 5 persen.
Pelepasliaran dilakukan pada dua keluarga yaitu keluarga Wili-Sasa dan anaknya Jatna yang lahir di pusat rehabilitasi serta pasangan Asep-Dompu. Sebelum dilepasliarkan mereka menjalani proses habituasi selama dua bulan di Gunung Puntang, Hutan lindung Gunung Malabar.
Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, KLHK, Wiratno mengatakan, pihaknya berharap pelepasliaran ini dapat meningkatkan populasi Owa. Menurutnya, saat ini tidak hanya populasi Owa Jawa beserta habitat di Jawa Barat yang perlu mendapatkan perhatian, namun juga populasi kecil di Jawa Tengah seperti di Pegunungan Dieng dan Gunung Slamet di Jawa Tengah. Oleh karena itu selain pelepasliaran perlu juga didorong pembentukan habitat baru guna menjamin keberlangsungan hidup mereka.
Dia pun mengakui, pelepasliaran ini tidak akan terjadi tanpa kolaborasi yang kuat antara UPT Ditjen KSDAE, Yayasan Owa Jawa, Conservatin International. Silver Gibbon Project fan Pertamina EP, yang peduli akan kelestarian spesies endemik Pulau Jawa ini. "Kami sangat mengapresiasi kinerja dan upaya semua mitra dalam pelestarian owa jawa dan habitatnya," katanya
Selain itu, katanya, pusat rehabilitasi juga sudah membantu mengedukasi dan meningkatkan kesadaran atas ancaman yang dihadapi Owa Jawa.
Exploration dan New Discovery Project director, PT pertamina EP, Achmad Alfian Husein mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk mendukung kegiatan pelestarian alam seperti rehabilitasi Owa Jawa. Dia pun mengaku telah mendukung dan bekerja sama dengan YOJ sejak 2013 lalu. Dukungan yang dilakukan seperti pendanaan untuk progran reintroduksi Owa Jawa dan penyadartahuan konservasi.
"Owa Jawa merupakan spesies karismatik yang memiliki peran penting dalam merestorasi hutan secara alami dengan menyebarkan benih yang membantu menjaga kesehatan hutan dan penting sebagai penyedia makanan, air bersih, obat-obatan, mata pencaharian dan ketahanan iklim bagi kekayan alami yang dimiliki dan membangun pengelolaannya.
“Kami di CI sangat senang dapat berkontribusi untuk kesuksesan dalam kolaborasi dengan pemerintah Indonesia dan semua mitra di program konservasi Owa Jawa dan bentang alam," ujar Ketut Sarjana Putra, Vice President Conservasi Internasional Indonesia.
Pelepasliaran ini merupakan yang kelima dilakukan Yayasan Owa Jawa, yang sebelumnya telah melepasliarkan 1 individu sejak tahun 2013.
Ketua Yayasan Owa Jawa, Noviar Andayani menyatakan, upaya pengembalian Owa Jawa ke habitatnya bukanlah perkara mudah. Oleh sebab itu, kemitraan dan dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyelamatkan primata ini dari kepunahan. (lie)*