Rabu, 10 April 2019 11:12

Keluarga Bingung Jelaskan Kronologis Pasti Meninggalnya Samsyuddin, Polisi Jawabnya Begini!

Reporter : Fery Bangkit 
Istri dan anak Syamsuddin korban kecelakaan tunggal di kawasan Jln. Rd. Hardjakusumah, Minggu (7/4/2019) malam.
Istri dan anak Syamsuddin korban kecelakaan tunggal di kawasan Jln. Rd. Hardjakusumah, Minggu (7/4/2019) malam. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Syamsuddin (47), warga Jalan Pesantren, Gang Terusan Citaman, RT 02/16, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi tewas dalam insiden kecelakaan di kawasan Jln. Rd. Hardjakusumah, Minggu (7/4/2019) malam.

Syamsudin meninggal dunia saat tiba di RSUD Cibabat. Namun hingga saat ini, keluarga masih bingung dengan kronologis pasti kecelakaan yang terjadi di kawasan Pemkot Cimahi itu.

Baca Juga : Lagi, Laka di KBB ini Korbankan Satu Nyawa

Istri korban, Neneng Ema Rahmawati (49) menuturkan, ia mendapat informasi dari tiga orang yang datang ke rumahnya bahwa suaminya itu menjadi korban kecelakaan. Hal itu dikuatkan dengan informasi dari tetangganya bahwa korban langsung dibawa ke rumah sakit.

"Ada tiga orang orang yang ngasih tau, ada kecelakaan tapi dalam keadaan dia (Syamsuddin) terkapar sendiri. Kaya kejadian tunggal soalnya gak ada kendaraan lain," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga : Kronologis Tabrakan Angkot vs Motor di Cimahi

Kemudian, ada telepon masuk ke salah satu anggota keluarganya sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, karena tengah shalat, telepon itu tak terangkat. Sebelumnya, korban sempat izin pergi ke kawasan Jalan Kolonel Masturi.

"Terus ditelepon balik. Kami kira itu dia (korban), ternyata orang lain juga yang memberikan kabar," tuturnya.

Kemudian, ia dan anggota keluarga lainnya sempat mengecek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebelum akhirnya pergi ke RSUD Cibabat. Menurut informasi, kata dia, saat diperjalanan, nadi Syamsuddin masih ada meski melemah.

"Pas di IGD (Instalasi Gawat Darurat) sudah gak ada (meninggal)," ucap Irma.

Dikatakannya, ia dan anggota keluarganya sudah mengikhlaskan kepergian Syamduddin. Namun, ia ingin meminta kejelasan penyebab pasti insiden itu. Sebab, Neneng menduga kecelakaan itu melibatkan lebih dari satu kendaraan.

Pasalnya, lanjut dia, saat di lokasi ditemukan serpihan pecahan kaca dan pot bunga kecil hiasan. Menurutnya, itu bukan milik suaminya. "Kita gak akan menunut, cuma minta kejelasan aja. Minta pengendara yang terlibat tanggung jawab dan ada itikad baik. Kita mau tau siapa pelakunya (kecelakaan lain), kenapa kabur? Kita butuh penjelasan," pungkasnya.

Selain meninggalkan sang istri, kepergian Syamsuddin juga meninggalkan putra tunggalnya bernama Aditia yang masih berusia 9 tahun.

Sebelumnya, informasi kecelakaan yang menewaskan Syamsuddin itu sempat viral di media sosial. Ia disebut menjadi korban tabrak lari.

Kanit Laka Lantas Polres Cimahi, Ipda Erin Heriduanyah membenarkan adanya peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa itu. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu korban tabrak lari atau bukan.

Sebab, berdasarkan penuturan dua saksi yang, saat itu korban hendak mendahului kendaraan lain. Tapi, di depannya ada sepeda motor yang terjatuh, sehingga motor yang dikendadari korban menabrak motor di depannya.

"Motor dia (korban) terpental ke depan. Helmnya kemungkinan indikasi tidak dipakai," ujar Erin. 

Pihaknya pun mengakui kesulitan untuk melacak keberadaan sepeda motor lainnya. Sebab, kendaraan itu langsung pergi dan tak ada saksi mata yang melihat langsung. Kesulitan lainnya adalah, di TKP tak ada kamera pengintai atau CCTV.

"Jadi bukan (tunggal)Sama-sama dua-duanya jatuh, yang satu mah melanjutkan perjalanan. Belum bisa diindikasikan itu tabrak lagi," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa kepolisian akan melacak keberadaan pengemudi sepeda motor lainnya, hal itu dilakukan untuk memperjelas kronologis agar tak simpang siur.

"Sampai saat ini kita melakukan pelacakan. Kita pasti lakukan penyelidikkan," tandasnya.

Baca Lainnya