Rabu, 6 Desember 2017 9:05

Kekerasan Anak Banyak Dilakukan Pelajar

Kurnia Agustina, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A) Kabupaten Bandung
Kurnia Agustina, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung [limawaktu]

Limawaktu.id, - Terjadinya kasus kekerasan yang terjadi pada anak, baik sebagai korban ataupun pelaku anak usia 14 tahun di salah satu Kecamatan di Kabupaten Bandung, menjadi bukti bahwa pendampingan orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak.

“Jangan terbuai keasikan main game di HP, karena anak bisa jadi tergiur untuk memprakterkanya. Contohnya game perkelahian Mortal Combat,” kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina Dadang M Naser, di Kecamatan Rancabali , Selasa (5/12).

Nia mengungkapkan, saat ini kekerasan banyak dilakukan dikalangan pelajar, bahkan diketahui guru ngajipun ada yang melakukan perbuatan amoral. Sehingga Nia juga telah mengingatkan kepada semua pelajar dan pemuda untuk lebih peka dan peduli terhadap tindak kekerasan yang terjadi.

Lebih lanjut lagi Nia mengatakan, untuk kurun waktu 2017 sampai bulan November tuturnya, telah terjadi 192 kasus kekerasan, yang keterlibatan korban dan pelakunya adalah anak usia dibawah 18 tahun. Dari roadshow 7 daerah yang dilakukan oleh P2TP2A beberapa waktu lalu, Nia menghimbau pada pelajar, orang tua dan seluruh pihak agar rapatkan barisan untuk mengeliminir tindak kekerasan dimanapun terjadi, juga tahu kemana harus melapor.

“Laporan yang kami terima selalu ada, hingga November tercatat 192 klien. Ini artinya masyarakat sudah lebih peduli untuk ikut bersama dalam menggencarkan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya. (lie)