Kamis, 13 Desember 2018 13:55

Kecewa! Ungkapan Kemenkeu Soal DAK Pendidikan 'Disunat' Bupati Cianjur

Reporter : Fery Bangkit 
Acara penyerahan program community development PT Geo Dipa Energi di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (13/12/2018).
Acara penyerahan program community development PT Geo Dipa Energi di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (13/12/2018). [istimewa]

Limawaktu.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengaku kecewa atas dugaan 'disunatnya' Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur oleh Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

Hal itu disampaikannya disela-sela acara penyerahan program community development PT Geo Dipa Energi di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (13/12/2018). "Ya, kami tentu saja menyesalkan dan prihatin dengan praktek korupsi terutama di daerah," ujar Sri Mulyani.

Sang Menteri menuturkan, anggaran yang ditransfer ke daerah dalam berbagai bentuk seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAU) dan Dana Desa itu untuk masyarakat. Dengan tugas pemerintah menjalankan tugas melayani seluruh masyarakat.
 
"Saya betul-betul sangat kecewa ada DAK pendidikan pun dipotong oleh bupati. Karena seharusnya itu diterima sekolah dan manfaatnya untuk murid," ungkapnya. 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Cianjur periode 2016-2021 Irvan Rivano Muchtar dan tiga orang lainnya sebagai tersangka setelah selesai melakukan gelar perkara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Cianjur, Rabu (12/12/2018) pagi.
 
Diketahui, sebelumnya penyidik mengamankan enam orang dalam OTT terkait dugaan pemotongan DAK di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.

Baca Lainnya