Rabu, 14 Agustus 2019 16:19

Kebun Teh di Sukawana Terpapar Abu Vulkanik dari Gunung Tangkuban Parahu, ini Dampaknya!

Reporter : Fery Bangkit 
Seorang Pekerja Kebun Teh
Seorang Pekerja Kebun Teh [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Kiriman abu vulkanik dari Gunung Tangkuban Parahu menyebar ke perkebunan teh di Sukawana, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan pantauan pada Rabu (14/8/2019), abu vulkanik dari erupsi Gunung Tangkuban Parahu itu menempel di dedaunan teh. Warnanya abu menyerupai putih. Abu itu disinyalir terbawa angin dari Kawah Ratu yang tepat berada di belakang perkebunan teh Sukawana PTPN VIII.

Mandor Besar PTPN VIII Sukawana, Saepuloh mengatakan, abu vulkanik yang menempel pada daun teh itu berpengaruh terhadap aktifitas produksi. Sebab, pihaknya harus membersihkan abu itu sebelum dan sesudah dipanen.

"Jadi debunya nempel, sehingga agar tidak terkontaminasi kami penyemprotan dengan air sebelum dipanen. Kedua pencucian setelah dipanen," jelas Saepuloh.

Dikatakannya, kalau abu vulkanik itu tidak dibersihkan dengan cara disiram dan dicuci, akan berdampak pada aroma teh-nya. Sebab, material abu yang menempel kategorinya berat.

"Akan berdampak pada aroma teh nya. Jadi terkontaminasi blerang," terannya.

Sebab terdampak paparan abu vulkanik dari Gunung Tangkuban Perahu, aktifitas produksi teh di pabrik yang dikelola PTPN VIII Sukawana dihentikan sementara, dan hasil panen teh nya dialihkan ke Ciater.

Para pegawai saat akan mencuci hasil panen teh yang terkena debu vulkanik

"Jadi untuk sementara ini, di sini hanya cuci aja. Sudah dua minggu," ucapnya.

Ia menerangkan, luas area perkebunan PTPN VIII di Sukawana mencapai 260 hektare. Sementara yang terkena paparan abu vulkanik mencapai sekitar 60 hektare

Baca Lainnya