Senin, 8 Juli 2019 11:58

Keberhasilan Rehab Pecandu Narkoba Hanya 60%

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id - Badan narkotika Nasional Kota (BNNK) Cimahi mencatat, sepanjang tahun 2018 pihaknya telah merehab pecandu narkotika sebanyak 54 orang.

Rinciannya 21,5 persen dari kalangan pelajar, 29,5 dari kalangan wiraswasta, 37 persen dari swasta, 1,9 persen Ibu Rumah Tangga (IRT) dan tidak bekerja 3,7 persen.

Kepala Seksi rehabilitasi BNNK Cimahi, Samsul Anwar menyebutkan, tingkat keberhasilan melepaskan pengaruh narkotika melalui program rehabilitasi bagi pengguna hanya sekitar 60 persen.

"Sekitar 60 persen keberhasilannya. Keinginan yang kuat berhenti itu yang membuat berhasil," kata Samsul saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (8/7/2019).

Sementara untuk keseluruhan hingga, beber Samsul, data sasaran rehabilitasi BNNK Cimahi hingga akhir tahun lalu ada 184 pengguna narkotika yang menjalani program rehabilitasi. Tujuannya, melepaskan ketergantungan dari narkoba.

"87 itu sudah selesai rehab, 97 itu belum," terang Samsul.

Dikatakan Samsul, program rehabilitasi terhadap anak pelajar lebih besar tingkat keberhasilannya dibandingkan pekerja baik wiraswasta maupun swasta. Untuk tahun ini saja, kata dia, 8 orang pelajar yang direhab itu sudah terbilang berhasil.

Dikatakannya, para pecandu narkotika termasuk pelajar itu mayoritas menggunakan obat-obatan terlarang yang mudah diakses. Saat ini pihak sekolah mulai meningkat kesadarannya agar mendorong pelajar yang menggunakan obat-obatan direhabilitasi di BNN Kota Cimahi. 

"Kalau yang bekerja itu sudah kecanduan. Pakai lagi, tapi memang berkurang pemakaiannya," ujarnya.

Perihal penyebab, jelas Samsul, kalau untuk pelajar kebanyakan dikarenakan faktor lingkungan. Seperti tidak tepat dalam pergaulan memilih teman, gaya hidup hingga tekanan yang membuat pelajar menjadikan narkotika sebagai pelariannya.

Sedangkan untuk pekerja,"Kalau pakai obat itu gak kuat. Udah kaya doping. Ad juga yang hanya senang-senang," terang dia.

Untuk tahun ini, lanjut Samsul, pihaknya menargetkan 50 orang bisa direhabilitasi. 

Anggaran rehab BNNK sudah ditentukan dari pusat. Sebab sudah ditentukan pusat, maka anggaran untuk rehabilitasi pun disesuaikan, yakni maksimal untuk 50 pecandu narkotika.

"Kalau BNN (Cimahi) itu anggarannya sudah ditentukan pusat. Segitu ya segitu kita tidak bisa beranjak dari itu," kata Samsul.

Samsul membeberkan, khusus untuk rehab rawat jalan penyandang narkotika, per orangnya mencapai Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk rehab jalan sosial, per orangnya dibutuhkan Rp 8 ratus ribu. 'Ongkos' rawat jalan tersebut akan berlaku hingga pecandu itu pulih dan produktif lagi.

"Tapi tahap rehabilitasi itu bukan berarti menjamin si pecandu bebas dari narkotika. Kita hanya sampai pemulihan saja," tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer