Selasa, 26 September 2017 17:21

Kata Aktifis, Warga Bisa Lakukan Class Action Kepada Ultra Jaya

Reporter : Jumadi Kusuma
Warga Desa Gadobangkong saat melakukan aksi demo
Warga Desa Gadobangkong saat melakukan aksi demo [limawaktu dok]

Limawaktu.id,- Berulangnya aksi demo warga kepada PT. Ultra Jaya, mengundang komentar aktivis lingkungan.

Menurut Satyariga Sukman, aktifis lingkungan dan salah seorang pendiri WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Jawa Barat, masalah PT. Ultra Jaya dan warga sekitar, seharusnya PT. Ultra Jaya bisa mengatasi bau limbah pabrik.

“Sekarang kan sudah ada teknologi untuk meminimalisir atau meredam bau limbah kotoran ternak semisal tai ayam dan sapi. Masa bau limbah susu kedelai tidak bisa,” katanya, Selasa (26/9).

Dikatakannya, warga bisa bisa melakukan class action terhadap PT. Ultra Jaya dan bisa minta bantuan pendampingan ke organisasi non pemerintah semisal WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Jawa Barat.

Jangan pernah berhenti untuk menuntut hak, class action bisa dilakukan dengan menunjuk salah seorang penanggungjawab warga dan memberikan kuasa pada WALHI untuk melakukan gugatan dan menembuskan secara administratif kepada pihak-pihak terkait seperti kementrian lingkungan hidup, DPRD, Dinas Lingkungan Hidup dan lain sebagainya.

“Sebelum melakukan gugatan WALHI bisa melakukan dulu mediasi warga dengan pihak Ultra Jaya, jika tidak ditanggapi bisa lakukan somasi dan terakhir adalan langkah hukum dengan melakukan gugatan ke PTUN,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (KBB) Apung Hadiat Purwoko saat ditemui di kantornya sedang tidak ada ditempat. Menurut salah seorang stafnya, Yunita, "bapak sedang rapat, ". (jk)