Senin, 11 Februari 2019 18:52

Kardus Mie jadi Tempat Menyimpan Duit Suap Meikarta

Reporter : Bubun Munawar
Sidang dugaan kasus suap izin Meikarta kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (11/2/2019).
Sidang dugaan kasus suap izin Meikarta kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (11/2/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Sidang dugaan kasus suap izin Meikarta kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (11/2/2019). 

Sidang masih dengan terdakwa yang sama,yakni Billy Sindoro, Henry Jasmen, Fitradjadja Purnama dan Taryudi. Keempatnya disebut-sebut berasal dari Lippo Group. 

Baca Juga : Terus Mengelak, Sekda Jabar Disebut tak Kooperatif dalam Persidangan Kasus Meikarta

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi bernama Achmad Bahrul Ulum. Ia merupakan sopir Henry Jansen.

Sidang kali ini membuka fakta adanya alur suap kepada pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terkait perizinan proyek Meikarta kembali. Uang yang disimpan dalam kardus mie dan air mineral itu dibagikan ke beberapa orang di Pemkab Bekasi. 

Baca Juga : Dianggap Sah Jual Beli Jabatan, Sekdis PUPR Cirebon Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Jaksa KPK awalnya menanyakan soal Ahmad yang berangkat ke puncak untuk mengambil sesuatu. Achmad menyebut saat itu dia menemani Taryudi untuk mengambil barang di kawasan puncak. 

"Ya saya menemani mas Yudi (Taryudi) ke puncak untuk ambil barang," ucap Ahmad.

Baca Juga : Jadi Saksi Kasus Meikarta, Anggota DPRD Bekasi Ungkap Fakta Terbaru

Ahmad tak menjelaskan barang apa yang dimaksud. Jaksa KPK pun lantas membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Achmad saat diperiksa penyidik KPK. 

Dalam BAP Achmad, jaksa menyampaikan saat itu Achmad mendapat telepon dari Henry Jasmen untuk menemani menyetir Taryudi. Saat itu tujuannya untuk mengambil 'Indomie'. Achmad sempat menanyakan perihal Indomie tersebut kepada Taryudi namun dijawab Taryudi 'nanti juga tahu sendiri'. 

"Jadi tidak disampaikan oleh Taryudi?," tanya jaksa. 

"Nggak," jawab Achmad. 

Jaksa kemudian melanjutkan membaca BAP Achmad. Sesampainya di puncak, Achmad dan Taryudi bertemu dengan Henry Jasmen. Achmad dalam BAP-nya mengaku hanya menunggu di mobil. Taryudi lalu menuju ke mobil dan membawa kardus berisi uang. 

"Ini saksi menyebutkan ada uang, tahu dari mana?," tanya jaksa. 

"Di jalan (Taryudi) cerita," kata Achmad. 

Jaksa lalu melanjutkan membaca BAP. Dalam BAP-nya, Achmad mengatakan cerita Taryudi uang tersebut merupakan uang THR untuk memperlancar urusan. 

"Pengurusan apa?," tanya jaksa.

"Perizinan," jawab Achmad.

"Perizinan apa?," tanya jaksa lagi. 

"IMB kalau nggak salah," kata Achmad. 

Jaksa kemudian melanjutkan. Di hari yang sama pukul 19.00 WIB setelah berbuka puasa, Taryudi meminta kepada Achmad untuk mengantar lagi. Achmad mengantarkan Taryudi untuk bertemu dengan seseorang di SPBU dekat pintu tol Bekasi Barat. Saat itu, kata jaksa, ada plastik hitam yang diduga uang dan kardus air mineral. 

"Apakah semuanya dibawa oleh Taryudi? Kan tadi Indomie terus kantong plastik?," tanya jaksa. 

"Sudah dikemas jadi dua," kata Achmad. 

"Siapa yang ditemui? Pak Kasimin?," tanya jaksa. 

"Bukan, Pak Dar. Pak Daryanto," ucap Achmad. 

"Diberitahu nggak jumlah yang diberikan?," tanya jaksa. 

"Nggak," jawab Achmad. 

Selain di SPBU, Achmad dalam BAP-nya menyebut dihari yang sama juga dia mengantar Taryudi ke sebuah tempat dekat Pemda Bekasi. Namun di lokasi kedua tersebut, Achmad mengaku tak melihat siapa orang yang ditemui Taryudi lantaran sedang makan di mobil.

"Diberi tahu nggak siapa?," kata jaksa. 

"Dikasih tahu, Bu Neneng yang dari PUPR," kata Achmad. 

Selain itu, Achmad juga mengaku pernah mengantar Henry Jasmen ke Hotel Grand Tebu di Bandung. Saat itu, dibagian belakang mobil sudah ada sebuah kardus. 

Jaksa lalu membacakan kembali BAP Achmad. Saat itu Kamis 2 Agustus 2018, Achmad diminta mengantas Henry ke Bandung. Sampai di hotel Henry Jasmen meminta untuk memindahkan kardus ke mobil lain.

Saat itu di loby hotel, Henry Jasmen bertemu dengan seorang wanita berjilbab yang tidak Achmad kenal. Saat itu ada mobil lain yang bagasinya terbuka dan Achmad langsung memindahkan kardus itu ke mobil tersebut. 

"Mobil apa?," tanya jaksa. 

"Kalau nggak Fortuner, Pajero," kata Achmad. 

"Diceritakan jumlahnya?," tanya jaksa lagi. 

"Nggak," jawab Achmad.

"Tapi itu uang?," tanya jaksa. 

"Iya," kata Achmad.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer