Kamis, 11 Februari 2021 8:41

Kapolda Jabar Sidak Jalan Amblas di Tol Cipali

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs. Ahmad Dofiri M.Si. menyempatkan diri mengecek kondisi jalan amblas di km 122+400 tol Cipali,Kamis (11/2/2021)
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs. Ahmad Dofiri M.Si. menyempatkan diri mengecek kondisi jalan amblas di km 122+400 tol Cipali,Kamis (11/2/2021) [Humas Polda Jabar]

Limawaktu.id,- Amblasnya jalan tol Cipali di KM 122+400 di Kabupaten Indramayu mendapat perhatian khusus Polda Jawa Barat. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs. Ahmad Dofiri M.Si. menyempatkan diri mengecek kondisi jalan amblas di km 122+400 tol Cipali.

" Saya ingin memastikan kegiatan perbaikan dan pembuatan jalan sementara agar kemacetan segera terurai,' ungkapnya, saat peninjauan yang didampingi Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang dan Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Bambang Sumitro,Kamis (11/2/2021).

Kepada Kaploda Jabar, Petugas ASTRA Tol Cipali, menjelaskan penyebab terjadinya keretakan yang berujung amblas itu. Amblasnya badan jalan diawali dari adanya keretakan. Namun akibat intensitas dan curah hujan tinggi, air mengalir masuk ke base layer melalui celah retakan tersebut. Makin lama, retakan jalan semakin lebar sampai akhirnya amblas sedalam 2 meter dengan panjang mencapai 40 meter.

"Kami pastikan, kerusakan jalan yang amblas itu pengerjaannya akan dikebut agar lalu lintas normal kembali," jelas salah satu pengelola tol.

Setelah mendapat penjelasan, Kapolda Irjen Pol Drs. Ahmad Dofiri M.Si., menyampaikan pesan perbaikan diharapkan berjalan sesuai rencana. Kapolda juga meminta jajarannya agar ikut membantu kelancaran lalu lintas.


Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Andiani menjelaskan tanah amblas di tol Cipali akibat erosi yang menyebabkan pergerakan tanah di kawasan tersebut. Erosi terjadi akibat pengaruh dari erosi air permukaan (air hujan maupun aliran sungai) di kaki lereng.

"Mengingat lokasinya yang berada tidak jauh dari sungai besar. Curah hujan yang tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah," ujar Andiani. Selasa (9/2).

Sementara gerakan tanah yang menyebabkan tanah amblas di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu berupa nendatan lambat atau rayapan.

 

Baca Lainnya