Rabu, 27 September 2017 7:03

Kabupaten Bandung Peringkat 11 Rawan Bencana

Sofian Nataprawira, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung
Sofian Nataprawira, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung [limawaktu dok]

Limawaktu.id, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dituntut selalu sigap dalam menghadapi berbagai situasi. Menurut Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Bandung berada di peringkat 11 sebagai daerah rawan terjadi bencana di Provinsi Jawa Barat.

"BPBD sebagai fungsi koordinasi dan komando, memiliki tugas yang cukup berat dalam menjalankan tugas kebencanaan. Untuk itu peningkatan kapasitas harus dilakukan dari sektor sumber daya manusia, kelembagaan, dan sinergi dengan pihak terkait, “ Kata Sekretaris Daerah Sofian Nataprawira, saat pelatihan Search and Rescue (SAR) PB yang dipusatkan di Group House Situ Cileunca Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Selasa (26/9).

Sofian mengungkapkan, peningkatan sumber daya manusia untuk penggiat kebencanaan di Kabupaten Bandung akan sangat berkontribusi pada penurunan resiko bencana yang terjadi.

"Maka pemikiran dan upaya kreatif diharapkan mampu meningkatkan profesionalitas dalam aktualisasi penanggulangan bencana. Kita juga selalu mengingatkan bahwa solidaritas BPBD, PMI, Basarnas, TNI dan seluruh penggiat kebencanaan bisa terjalin dengan baik, sehingga resiko bencana bisa diminimalisir dengan lebih efektif dan cepat," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan yang diprakarsai Basarnas itu, akan mendukung kegiatan PB yang dilakukan di lapangan. Karena kata Dia, selain penurunan resiko bencana, dengan kapasitas personil yang handal, tentu saja bisa lebih cepat dalam hal menyelamatkan korban bencana.

"Bencana tidak mengenal waktu dan bisa datang kapan saja. Untuk itu, kita juga bekerja tanpa dibatasi oleh kaidah-kaidah waktu kerja yang normal. Nyawa manusia merupakan taruhan dari pekerjaan kita, makanya kapasitas pelaku SAR ini harus diperkuat," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan Subandi menerangkan, kegiatan tersebut merupakan upaya sabilulungan dalam menghadapi bencana. pelatihan SAR yang diikuti oleh 50 orang peserta dan akan dilaksanakan selama 4 hari, yakni dari tanggal 26 sampai 28 September 2017. (lie)