Jumat, 26 Oktober 2018 15:07

Jumlah Penderita HIV di Cimahi Capai 377 Orang

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id, Cimahi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat, jumlah penderita yang terjangkit penyakit HIV di Kota Cimahi jumlahnya mencapai 377 orang.

Untuk antisipasi agar tidak bertambahnya penderita HIV itu, Dinkes Kota Cimahi menghimbau agar masyarakat tidak melakukan perilaku yang beresiko, seperti hubungan seksual yang tidak aman atau seks bebas dan menggunakan narkotika dengan jarum suntik.

Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurrahman, mengatakan, hingga saat penderita yang paling banyak terjangkit penyakit HIV di Kota Cimahi itu yakni kelompok Gay.

"Paling banyak biasanya gay terus pengguna narkotika. Inginnya kan agar mereka tidak menggunakan narkotika. Tapi kalau misalkan mereka belum bisa lepas, setidaknya jangan menggunakan jarum suntik," ujar saat dihubungi, Jumat (26/10/2018).

Hal tersebut, lanjutnya, untuk mengurangi resiko penularan penyakit HIV, walaupun tujuan utama dari Dinkes Kota Cimahi bisa menekan para penderita HIV itu agar tidak menggunakan narkotika dengan memakai jarum suntik dan tidak melakukan seks bebas.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga kerap melakukan sosialisasi untuk terkait penularan HIV tersebut agar jumlahnya tidak semakin bertambah. Dalam sosialisai tersebut yang ditekankan Dinkes Kota Cimahi tergantung kelompok masyarakatnya.

"Misal kita melakukan sosialisasi terhadap pelajar dan mahasiswa yang kami tekankan adalah jangan pakai napza dan jangan melakukan seks bebas," kata Romi.

Ia mengatakan, Kelompok Waria, Gay, Wanita Pekerja Seksual (WPS) dan Pengguna Napza suntik (penasun) yang ada di Kota Cimahi kerap dilakukan pemerikasaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk antisipasi penularan penyakit HIV.

Pemeriksaan itu dilakukan karena untuk saat ini penuluran HIV paling rentan dari hubungan seksual yang tidak aman, sehingga Dinkes Kota Cimahi melibatkan waria, gay, WPS dalam pemeriksaan HIV tersebut.

Romi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan apabila dalam tubuh mereka tidak terdapat virus HIV dihimbau agar bisa menjaga diri dari penyakit menular tersebut.

"Tapi kalau setelah diperikasa mereka positif HIV pasti akan kami tangani dan diberikan pengobatan," katanya.

Untuk melakukan pengobatan tersebut, kata Romi, pihaknya telah bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat dan Rumah Sakit Dustira untuk memberikan pengobatan terhadap mereka yang positif HIV.

"Nanti mereka akan kami rujuk kesana, kemudian akan dicek sama petugas disana dinilai kondisinya dan akan ditropis sesuai kondisi saat itu," katanya.

Menurutnya, pengobatan bagi mereka yang postif HIV itu dilakukan agar virusnya tidak berkembang dan tidak menular terhadap orang yang negatif HIV atau untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat secara umum.

"Pengobatan itu untuk kepentingan dia sendiri dan orang lain, karena kalau satu orang postif HIV ditahan dengan cara minum obat tidak akan menular ke orang lain," kata Romi.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer