Selasa, 14 November 2017 20:28

Jumlah Pelanggar Lalu Lintas Naik Drastis

News Operasi Zebra Lodaya
Petugas Satlantas Polres Cimahi memeriksa surat kendaraan saat Operasi Zebra Lodaya
Petugas Satlantas Polres Cimahi memeriksa surat kendaraan saat Operasi Zebra Lodaya [Limawaktu]

Limawaktu.id - Jumlah pelanggar lalu lintas selama Operasi Zebra Lodaya (OZL) di wilayah Bandung Barat dan Cimahi mengalami peningkatan 100% dibandingkan tahun 2016.

Berdasarkan catatan Satlantas Polres Cimahi, tahun 2016 jumlah pelanggar hanya sekitar 8.000. Sementara tahun 2017, jumlah pelanggar naik pesat mencapai 17.000 lebih.

Kasatlantas Polres Cimahi AKP Suharto menjelaskan, meningkatnya jumlah pelanggar tahun ini dikarenakan adanya perubahan jangkauan OZL.

"Tahun kemarin kami banyaknya di kota, untuk menghindari kepadatan. Namun tahun ini kami pendekatannya ke daerah-daerah yang sering terjadi lakalantas," ujarnya, Selasa (14/11/2017).

Dikatakannya, dalam OZL tahun ini, pihaknya sengaja mencoba menjangkau daerah-daerah yang selama ini jarang tersentuh operasi.

Pasalnya, kata Suharto, di daerah-daerah masih banyak pengguna kendaraan yang masih menyepelekan persyaratan berkendara. Seperti helm dan surat-surat kendaraan.

"Operasi bukan hanya dalam kota, tapi di daerah-daerah black spot, seperti Cipatat, Padalarang, Cikalong Wetan, Cililin, Cisarua," bebernya.

Alhasil, lanjut Suharto, dari jumlah 17.000 lebih, pelanggar paling dominan itu didapat dari daerah Padalarang, Cikalong Wetan dan Cipatat.

Mayoritas pelanggar tidak mengenakan helm dan tidak layak secara teknis, seperti pemasangan kaca spion dan lain-lain.  "Mudah-mudahan ke depan, masyarakat bisa patuh, bukan karena hanya operasi zebra. Namun yang kita harapkan adalah kepatuhan dari masyarakat," imbuh Suharto.