Rabu, 3 Maret 2021 14:25

Jika Hanya 50 Persen Populasi Penerima Vaksin, Penularan Covid Tetap Terjadi

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Menkes Budi Gunadi Sadikin, meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi 500 anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Rabu (3/3/2021).
Menkes Budi Gunadi Sadikin, meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi 500 anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Rabu (3/3/2021). [detik]

Limawaktu.id,- Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan percuma apabila hanya 50 persen total populasi orang yang divaksin di Indonesia, karena kemungkinan besar penularan akan tetap terjadi. Hal tersebut disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi 500 anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Rabu (3/3/2021).

Menkes tak lupa mengucapkan terima kasih kepada MUI karena telah memberi teladan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Kemarin, Sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, melalui penjemputan khusus Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891.

 "Alhamdulillah hari ini kita kedatangan sepuluh juta bulk vaksin. Bulk vaksin ini adalah materi dasar vaksin yang nanti akan dibuat Bio Farma menjadi vaksin (siap pakai)," ujar Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono yang menyaksikan kedatangan bahan baku vaksin tersebut.

 Sepuluh juta dosis bahan baku vaksin ini merupakan kedatangan kelima. Sebelumnya pemerintah juga telah mendatangkan baik vaksin siap pakai maupun bahan baku vaksin. Pada kedatangan pertama dan kedua, pemerintah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dan 1,8 juta dosis vaksin siap pakai. Adapun untuk kedatangan ketiga dan keempat masing-masing sebanyak 15 juta dan 10 juta dosis bahan baku vaksin.

 Dengan demikian pemerintah telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac. Vaksin-vaksin tersebut akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi massal secara gratis yang menargetkan 181,5 juta masyarakat.

 "Bertahap nanti kemudian akan datang 185 juta vaksin yang berasal dari Sinovac," imbuh Dante, dikutip Elshinta.com. 

 Bahan baku tersebut, sebagaimana bahan baku pada kedatangan ketiga dan keempat, selanjutnya akan diolah dan diproduksi lebih jauh oleh BUMN farmasi PT Bio Farma yang telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Lainnya