Selasa, 14 Mei 2019 15:42

Jeritan Korban Longsor Cililin, Minta Pemkab Bandung Barat Cepat Tanggap

Reporter : Fery Bangkit 
Bencana longsor akibat hujan deras yang terjadi Minggu (12/5/2019) malam. 
Bencana longsor akibat hujan deras yang terjadi Minggu (12/5/2019) malam.  [ferybangkit]

Limawaktu.id - Para korban longsor Kampung Cicapeu Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendesak pemerintah segera melakukan penanganan pasca bencana, pada Minggu (12/5/2019) malam.

Tokoh masyarakat setempat, Ii Setia Permana mengatakan akibat longsor itu, ada 57 rumah milik warga, yang dihuni 200 jiwa mengalami rusak berat, sedang dan ringan. Dua diantaranya habis tertimbun material longsor. Dengan jumlah kepala keluarga mencapai 57 dan dihuni oleh 200 jiwa. 

Baca Juga : Hujan Deras Semalam, Puluhan Rumah di Karyamukti Rusak Berat

"Sampai saat ini dari BPBD sudah turun ke lokasi untuk memasang tenda dan ada logistik. Warga sampai sekarang aman," ujarnya, Selasa (14/5/2019). 

Meski begitu, ia berharap agar proses penanganan pasca bencana bisa dilakukan secara cepat. Sebab, dari 6 RT di satu RW yang terkena longsor, menurutnya terdapat akses jalan di satu RT yang terisolir. Selain itu, menurutnya, belum ada penetapan status kebencaaan terkait masalah tersebut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat.
 
"Satu RT tidak bisa kemana-mana, 60 jiwa soalnya akses jalan ketutup longsor. 1.700 meter. Meski kondisi rumahnya tidak terkena dampak," terangnya.

Baca Juga : Bencana di Cililin:Jembatan Terbawa Arus, Akses Perekonomian Warga Terputus

Dikatakannya, warga terdampak masih mengalami panik dan stres akibat longsor. Terlebih listrik mati dan akses air bersih sulit. Bahkan, aktivitas warga pun menjadi terhambat. "Mau kerja juga banyak sawah yang terkena longsor," tandas dia..

Wulandari (35), salah seorang warga menuturkan, rumahnya mengalam kerusakan yang cukup berat. Kondisi itu memaksanya untuk mengungsi sementara waktu di rumah sodaranya.

"Barang-barang habis semua. Air belum ada, sumber airnya ketutup. Saya inginnya didirikan lagi rumah," ujarnya.

Baca Lainnya