Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menghadiri langsung puncak peringatan Milangkala Desa Gudang Kahuripan yang ke-47 di Lapangan Sinapel, Kecamatan Lembang
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menghadiri langsung puncak peringatan Milangkala Desa Gudang Kahuripan yang ke-47 di Lapangan Sinapel, Kecamatan Lembang [prokompim_kbb]
News

Jeje Minta Milangkala ke-47 Desa Gudang Kahuripan Jadi Refleksi

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menghadiri langsung puncak peringatan Milangkala Desa Gudang Kahuripan yang ke-47 di Lapangan Sinapel, Kecamatan Lembang. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dudi Supriadi.

Peringatan Milangkala ini berlangsung sangat meriah dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Mulai dari pertunjukan seni budaya lokal hingga berbagai kegiatan kebersamaan antarwarga digelar sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Desa Gudang Kahuripan.

Bupati Jeje menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat Desa Gudang Kahuripan atas semangat kebersamaan dan kegotongroyongan yang terus terjaga dengan baik hingga saat ini.

Ia menegaskan bahwa momen Milangkala bukan sekadar seremonial belaka untuk memperingati hari jadi, melainkan sarana krusial untuk mengevaluasi diri.

“Milangkala bukan hanya sekadar peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan pembangunan desa,” ungkap Jeje.

Jeje juga berharap penuh agar momentum pertambahan usia ini dapat memantik persatuan warga dan memicu akselerasi kemajuan desa di berbagai sektor produktif.

“Saya berharap Desa Gudang Kahuripan terus berkembang, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” imbuh Jeje seraya menutup sambutannya.

Senada dengan Jeje,  Kepala Desa Gudang Kahuripan, Agus Karyana, S.T., selaku penanggung jawab utama kegiatan mengungkapkan bahwa acara tahunan ini memegang peranan penting bagi kohesivitas sosial masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan dan hiburan rakyat belaka. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi perekat tali silaturahmi antara pemerintah desa dengan masyarakat, sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan warisan budaya Sunda," ungkap Agus Karyana

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar