Enok Siti Aminah (61) saat ditemui dikediamannya.
Enok Siti Aminah (61) saat ditemui dikediamannya. [Foto Istimewa]
News

Janji Ganti Rugi untuk Warga Ngamprah Digantung PT KCIC

Bandung Barat - Ganti rugi terkait kompensasi dampak banjir yang terjadi awal 2020 yang dijanjikan PT KCIC bagi warga
Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum dituntaskan.

Enok Siti Aminah (61), salah seorang warga Kampung Lebaksari RT 01/02, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, KBB menyebutkan, pihaknya mempertanyakan janji yang disampaikan KCIC yang akan mengganti rugi kerugian akibat banjir. Sebab sudah sembilan bulan berlalu, kompensasi yang dijanjikan belum pernah diterimanya.

"Padahal akibat banjir, perabotan rumah, barang dagangan, kulkas, motor, dan rumah saya rusak. Kalau dihitung-hitung dari pendataan Dinas Sosial saya mengalami kerugian Rp 350 juta," ungkapnya, Sabtu (12/9/2020).

Enok mengaku, sebelum ada proyek kereta cepat dia dan warga lain di Kampung Lebaksari tidak pernah kebanjiran. Namun sejak ada proyek tersebut, tahun ini saja sudah tiga kali mengalami kebanjiran dengan ketinggian air hingga sepinggang orang dewasa. Pertama adalah di pergantian awal tahun ini, lalu di bulan April 2020 sebanyak dua kali hanya dalam selang waktu dua hari.

Dia dan warga lainnya pernah mempertanyakan hal ini ke pihak KCIC namun jawaban yang diterima selalu tidak jelas. Beredar informasi yang diterimanya, jika persoalan ini sudah selesai karena ada kesepakatan dengan pemerintah desa.

Akan tetapi masyarakat tidak pernah mengetahui apa isi dari kesepakatan yang ditandatangan pihak desa itu karena tidak dilibatkan.

"Kalau menanyakan kami seperti dipingpong, harus ini, harus itu. Padahal kan kami cuma ingin menagih janji yang sudah disampaikan," kata Enok.

Warga lainnya, Deni mengaku jika sampai kini belum menerima kompensasi ganti rugi akibat banjir yang dijanjikan pihak KCIC. Dia pun mengaku banyak perabotan rumahnya yang rusak karena terendam banjir. Apalagi saat banjir diawal tahun yang datang tiba-tiba dan genangan air cukup tinggi.

"Belum ada ganti rugi, padahal sudah dijanjikan. Kalau saya kerugiannya sekitar Rp 40 juta," ucapnya

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar