Senin, 22 Oktober 2018 15:48

Jangan Sembarangan Jalan di Perlintasan Kereta Api, Bisa Kena Denda!

Reporter : Fery Bangkit 
Manajer Humas PT. KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus .
Manajer Humas PT. KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus . [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Pihak PT KAI Daop II Bandung menegaskan, area perlintasan kereta api harus steril dari aktifitas warga maupun kendaraan.

Manajer Humas PT. KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus mangatakan, larangan terkait tidak boleh beraktivitas di jalur perlintasan kereta api dilindungi oleh undang-undang. Seperti diatur dalam UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian.

Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Pelanggaran terhadap pasal 181 ayat (1) berupa pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah) sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 tahun 2007.

"Tidak boleh ada yang berjalan, bermain, atau melakukan aktivitas apapun di jalur perlintasan kereta api. Karena selain membahayakan dirinya sendiri, yang paling jadi perhatian itu keselamatan perjalanan kereta apinya juga," ungkap Joni saat ditemui di Padasuka, Kota Cimahi, Senin (22/10/2018).

Idealnya, jarak antara permukiman dengan perlintasan kereta api adalah 12 meter bagian kiri dan kanan, ditambah dengan pagar pembatas untuk mengantisipasi adanya warga yang masuk ke area perlintasan.

"Sampai saat ini memang masih banyak jalur kereta yang sangat dekat dengan permukiman, seperti di Kiaracondong, Padalarang, bahkan di Cimahi. Antisipasi saat ini kami terus sosialisasi dengan warga," bebernya.

Dalam setahun, dia mengatakan minimal ada 10 korban jiwa yang meninggal akibat kecelakaan di jalur kereta api, yang mengindikasikan masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai keselamatan di jalur kereta.

"Setahun itu minimal pasti ada 10 kejadian kecelakaan orang yang tertabrak atau terserempet kereta. Hampir semuanya meninggal dunia," katanya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga memberi pengertian atau teguran apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur perlintasan kereta api.

"Saya harap tidak ada lagi yang beraktivitas atau memanfaatkan jalur perlintasan kereta api. Karena bagi siapapun yang melanggar ada pidananya," tandasnya.

Terbaru, pagi tadi sekitar pukul 09.15 WIB, seorang pria berusia 55 tahun tewas di perlintasan rel kereta api di Cimindi. Saat kejadian, pria itu tengah berjalan dan tersambar kereta api lokal.

Baca Lainnya