Jumat, 10 Agustus 2018 18:09

Jam Operasional Pembatasan Dilanggar Perparah Kemacetan di Leuwigajah Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Bunderan Leuwigajah
Bunderan Leuwigajah [limawaktu]

Limawaktu.id, - Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengakui, pembatasan jam operasional kendaraan bunderan hingga jembatan Leuwigajah, Cimahi Selatan masih dilanggar kendaraan besar. Seperti truk besar.

Kondisi tersebut tentunya membuat kemacetan di sekitar Bunderan Leuwigajah semakin parah. Khususnya pada jam sibuk, pagi dan sore hari. Kemacetan itupun menjadi langganan keluhan dari warga.

"Masyarakat Leuwigajah menyampaikan keluhan terkait kemacetan di ruas jalan Leuwigajah ketika jam-jam sibuk yaitu pagi hari dan sore hari. Hal ini dikarenakan masih banyak angkutan barang yang melintas pada jam larangan, maka kami tindaklanjuti," ujar Ranto Sitanggang, Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Jum'at (10/8/2018).

Pembatasan kendaraan angkutan barang melintas berlaku sejak 2015, berlangsung pada pukul 6.00-8.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB. Jembatan tersebut memiliki lebar jalan yang terbatas dan hanya menampung dua lajur kendaraan. Kendaraan yang melintas dari utara berasal dari Baros-Cimindi akses Tol serta dari arah selatan Nanjung dari Soreang dan dari Kerkoff berasal dari Batujajar-Cililin.

Untuk memantau pelanggaran jam operasional tersebut, lanjut Ranto, pihaknya meningkatkan pengawasan pembatasan perlintasan angkutan barang di Bunderan Leuwigajah. Kegiatan pengaturan arus lalu lintas bakal dilakukan rutin untuk menjaga ketertiban berlalu lintas di kawasan tersebut.

Upaya lainnya, juga dilakukan pemasangan pembatas jalan berupa water barrier untuk menciptakan tertib berlalu lintas di ruas jalan tersebut.

"Ke depan, kita akan melakukan pengawasan intensif mulai hari Senin sampai Jum'at untuk menekan angka pelanggaran di ruas jalan tersebut, dan semoga dapat berdampak terhadap menurunnya kemacetan di sekitar Leuwigajah," ungkapnya.

Pihaknya kembali mengingatkan agar kendaraan pengangkut barang tidak melintasi kawasan tersebut pada jam larangan operasional. "Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mensukseskan hal ini. Sebab, manajemen lalu lintas tidak akan berhasil tanpa ikut serta masyarakat," imbuhnya.

Baca Lainnya