Selasa, 22 Mei 2018 16:54

Jalan Terjal Hijrah Yuki Pas Band

Reporter : Fery Bangkit 
Yuki Pas Band.
Yuki Pas Band. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Yuki Arifin Martawidjaja ialah deretan musisi yang yang ikut menepi dari gemerlap keartisan. Vokalis Pas Band itu kini meniti jalan dakwah.

Peristiwa hijrahnya Yuki dimulai tahun 2015. Saat itu, pria kelahiran 31 Mei 1969 mengalami kecelakaan di daerah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan parah.

"Yang kena kaki, tempurungnya pecah dua, tulang betisnya kebelakang dan tulang keringnya kesamping," ujar Yuki saat ditemui belum lama ini.

Akibat kecelakaan tersebut, vokalis yang terkenal dengan rambut gimbalnya harus menjalani pengobatan alternatif di kawasan Singaparna, Kota Tasikmalaya untuk mejalani pengobatan kaki kanannya itu.

Setelah kecelakaan parah itu, ayah empat anak itupun baru menyadari bahwa peristiwa itu merupakan teguran keras dari Allah swt. Setelah kejadian itu, Yuki pun bertekad untuk bertaubat atau hijrah dan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

"Kenapa saya dikasih kecelakaan ? karena sebetulnya Allah itu Rohim. Seperti ibu kita yang menegur anaknya tapi tetap bandel terus dibiarkan hingga celaka. Nah kalau sudah celaka mah kan dipeluk lagi," katanya.

Setelah itu, Yuki pun serius untuk lebih memperdalam keagamaannya. Dimulai dengan memperbaiki sholat, ia pun mulai rajin menjalankan salat setelah kondisi kakinya mulai membaik.

"Walaupun waktu itu kaki saya belum sembuh total, tapi salatnya dinikmati dan kerja keras karena kalau kerja keras hasilnya pasti baik," katanya.

Saat itu pada tahun 2017, Yuki mulai menjalani itikaf dan mendatangi beberapa masjid di Kota Bandung hingga banyak mendapat ilmu tentang kajian-kajian islam dari beberapa kajian yang diikutinya. Dia pun banyak bergabung dengan jamaah tabligh untuk menjejali dirinya dengan beragam ilmu tentang Islam.

Selain itu, dia pun lebih rajin membaca Al-qur'an untuk menjawab semua gelisahannya selama ini, menurutnya, dengan membaca Al-qu'ran itu hidupnya menjadi tenang.

"Baru satu setengah tahun saya menjalani kehidupan seperti itu hingga saat ini, Alhamdulillah hidup saya tenang dan tentram," katanya.

Hingga saat ini dirinya kerap memberikan motivasi kisah hijrahnya ketika diundang maupun tak diundang dalam kegiatan kajian di Kota Bandung maupun diluar Kota.

Meski begitu, pria yang pernah belajar musik di negara Jepang ini, tidak merasa lebih tahu soal agama, walaupun saat ini banyak mengisi kajian-kajian Islam dihadapan sejumlah jemaah maupun fansnya.

Karir bermusik dimulai sejak tahun 1989 dengan menjadi vokalis Pas Band, grup musik asal Kota Bandung. 'Kesepian Kita' menjadi salah satu lagu yang membawa kejayaan Pas Band saat itu.

Suksesnya grup band yang digawanginya itu membuatnya terlena pada kenikmatan duniawi, sehingga lama kelamaan dirinya kerap diterpa sejumlah permasalahan hidup.

Dimulai pada tahun 2008, Yuki mengaku, Band yang telah membawanya pada kesuksesan itu sepi job, sehingga otomatis royalti pun saat itu menurun drastis.

"Jadi tahun 2008, Allah itu sebetulnya sudah ngasih peringatan dengan menguji band saya kesuksesannya terus menurun," ujar Yuki.

Namun setelah teguran itu, Yuki juga tak kunjung sadar. Selama hampir dua tahun, apapun ia kerjakan demi memenuhi kebutuhan keluarganya, terutama untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Tepat pada tahun 2010, ia mulai berbisnis dengan membuka pabrik karbon aktif dan ternyata hasilnya menguntungkan, bahkan keuntungannya terus meningkat.

"Alhamdulillah penghasilan Rp 30, 40, 50 (juta). Selamat masih bisa membiayai anak sekolah dan kuliah. Tapi anehnya itu bisnis hanya kuat sampai satu tahun," kata Yuki.

Namun, kenikmatan yang didapatnya dari berbisnis hanya berlangsung setahun, tepat pada tahun 2011 bisninya bangkrut. Yuki enggan menyebutkan kenapa bisnisnya bisa sampai bangkrut, dia menganggap kebangkrutan itu merupakan kuasa Allah.

Akibatnya, masalah perekonomian pun muncul, terlebih dirinya harus melunasi utang yang cukup besar untuk menutupi bisnisnya yang telah bangkrut itu. Akhirnya, ia terpaksa harus menjual semua aset yang dimilikinya dari hasil ngeband, tetapi tetap belum bisa melunasi utang-utangnya.

"Semua yang saya punya waktu itu dijual, tapi tidak cukup. Beberapa kartu kredit saya dikosongin terus beberapa motor dan mobil pribadi dijual, masih tidak cukup juga," ujarnya.

Terlebih yang paling menyedihkan, ia harus menjual kos-kosan, padahal memiliki bisnis kos-kosan itu merupakan cita-citanya sejak dulu, tetapi utangnya tak kunjung lunas.

Beruntung Yuki memiliki istri yang sholehah dan pengertian, istrinya rela tidak dinafkahi demi utang-utang suaminya itu bisa terbayar.

"Istri saya menyuruh mencari uang, lalu setelah dapat harus bayar utang, dapat bayar utang. Itu selama satu tahun setengah saya tidak ngasih uang belanja pada istri," katanya.

Demi melunasi utangnya, kata Yuki, ia tidak seperti sebelumnya yang kerap pilih-pilih job manggung, job yang kecil pun saat itu ia ambil, hingga akhirnya sedikit demi sedikit hutangnya terbayar lunas.

Baca Lainnya