Senin, 15 Februari 2021 8:45

Jakarta Ditargetkan jadi Kota Berketahanan Iklim di 2030

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
25 Januari 2021, Jakarta bergabung dalam program 1000 Cities Adapt Now #1000CAN.
25 Januari 2021, Jakarta bergabung dalam program 1000 Cities Adapt Now #1000CAN. [Istimewa]

Limawaktu.id,- Jakarta ditargetkan menjadi kota berketahanan iklim pada tahun 2030, baik secara mitigasi bencana maupun kesiapan untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Pada tanggal 25 Januari 2021, Jakarta bergabung dalam program 1000 Cities Adapt Now #1000CAN. Program ini bagian dari kegiatan Climate Adaptation Summit 2021, forum virtual yang dihadiri Walikota Rotterdam, Mr. Aboutaleb, Sekretaris Jenderal ke-8 PBB, YM. Ban Ki-Moon serta berbagai pemimpin institusi, negara, kota, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat umum yang berasal lebih dari 50 negara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, sepuluh tahun dari sekarang, Jakarta akan menjadi center of excellence dalam menanggulangi dampak perubahan iklim, mitigasi bencana hingga proses pemulihan pasca krisis baik di tingkat regional, nasional, dan global.

"Kami juga menempatkan aksi penanggulangan dampak perubahan iklim sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota (2018-2022) dan Aksi Strategis Kota," ungkapnya, Senin (15/2/2021).

Menurutnya, Untuk mencapai visi menjadi kota berketahanan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor, entitas swasta, dan organisasi non-pemerintah.

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya seperti membersihkan sungai, membuat sumur resapan, penampungan air hujan, serta merevitalisasi sejumlah waduk untuk menampung air.

"Di samping itu Pemprov DKI juga membangun taman, hutan kota, ruang terbuka hijau, dan penanaman pohon untuk meningkatkan kualitas udara kota," jelasnya.

Menurut Anies, untuk perbaikan kualitas udara beberapa tahun terakhir juga mendorong warga untuk beralih ke transportasi umum sebagai sarana perjalanan. Prasarana transportasi dan mobilitas umum terus dikembangkan. Kami juga mengerjakan perluasan MRT, BRT, LRT, revitalisasi trotoar, integrasi berbagai moda transportasi, dan pengembangan jalur khusus sepeda di seluruh kota. Sebagai kota kolaborasi, juga membuka pintu untuk kolaborasi dari berbagai pihak menuju kota berketahanan.

"Merupakan suatu kehormatan bagi Jakarta untuk menjadi bagian dari program ini, dan kami berkomitmen penuh menuju kota berketahanan dan berbagi ide-solusi dengan kota-kota lain di dunia," pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer