Selasa, 15 Mei 2018 12:49

Jadi Penyumbang Pencemaran Citarum, DLH Cimahi Ungkap Jumlah Pabrik yang Dikenakan Sanksi

Reporter : Fery Bangkit 
'Klarifikasi dan Evaluasi Hasil Pengawasan' di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Selasa (15/5/2018).
'Klarifikasi dan Evaluasi Hasil Pengawasan' di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Selasa (15/5/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, perusahaan yang telah teregistrasi pada DLH mencapai 318 unit. Sementara yang sudah terawasi baru 156 perusahaan.

Dari jumlah perusahaan yang teregistrasi, 130 di antaranya sudah diberikan sanksi, karena terbukti melakukan pelanggaran. Mereka tidak mengindahkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca Juga : Praktik Limbah Langsung ke Sungai Berlangsung Lama, Dimanakah Peran DLH Kota Cimahi?

Sanksi sendiri terbagi ke dalam tiga, yakni sengketa lingkungan sebanyak 35 perusahaan, sanksi pengawasan sebanyak 69 perusahaan dan closing sanksi sebanyak 26 perusahaan.

Khusus 35 perusahaan yang terkena sanksi sengketa lingkungan hidup, telah dilimpahkan ke Kementrian Lingkungan Hidup, dengan status 13 perusahaan sepakat membayar ganti rugi kerusakan lingkungan, 8 perusahaan tidak menyepakti ganti rugi kerugian kerusakan lingkungan, 12 perusahaan diberikan peningkatan status administratif, 1 perusahaan sedang proses mediasi dan 1 perusahaan sudah pailit.

Baca Juga : Banyak Pabrik di Cimahi Buang Limbah Langsung ke Sungai, Ajay akan Kumpulkan Pengusahanya

Data tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna melalui sambutan dalam acara 'Klarifikasi dan Evaluasi Hasil Pengawasan' di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Selasa (15/5/2018).

"Diharapkan klarifikasi dan evaluasi hasil pengawasan ini dapat merubah pola pikir para pelaku usaha di Kota Cimahi," kata Ajay.

Baca Juga : Dilematis Wali Kota Cimahi Gara-gara Pabrik Nakal

Ratusan pabrik tersebut terbukti telah menyumbang pencemaran Sungai Cimahi, Cisangkan, Cibabat, Cibaligo dan Cibeureum. Kelima sungai tersebut bermuara di Daerah Aliran Sungai (DAS) citarum.

Dikatakan Ajay, acara hari ini merupakan tindaklanjut dari komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan waktu tiga bulan kepada para pengusaha untuk memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Baca Juga : Bahas Limbah, Ajay akan Kumpulkan Semua Pengusaha 15 Mei Mendatang

"Saya harap jangan main-main dengan waktu 3 (tiga) bulan untuk mengoptimalkan IPAL, dan yang belum ada IPAL, harus membangunnya," tegas Ajay.

Ditegaskannya, bila dalam rentan waktu tiga bulan intruksi tidak digubris ratusan perusahaan di Kota Cimahi, maka akan ada penindakan hukum yang tegas.

Diakui Ajay, sejauh ini masih banyak perusahaan di Kota Cimahi yang berlaku nakal, dengan membuang limbah secara langsung ke sungai tanpa melalui proses IPAL yang baik.

Imbasnya, pabrik di Kota Cimahi menjadi salah satu penyumbang pencemaran DAS Citarum. "Kita terus mengajak, khusus pelaku industri yang ada limbah untuk bagaimana lingkungan jadi baik," katanya.

Baca Lainnya