Senin, 17 Juni 2019 17:50

Itoc Soal Kasus Dugaan Korupsi Cibeureum, Itoc: Kalian Semua Terlibat!

Reporter : Iman
Sidang kasus dugaan penyalahgunaan penyertaan modal pembangunan Pasar Cibeureum, Kota Cimahi, di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (17/6/2019).
Sidang kasus dugaan penyalahgunaan penyertaan modal pembangunan Pasar Cibeureum, Kota Cimahi, di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (17/6/2019). [limawaktu]

Limawaktu.id - Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija menuding Benny Bachtiar terlibat dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan APBD Kota Cimahi Tahun 2006-2007 yang merugikan negara lebih dari Rp 37 miliar.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan penyalahgunaan penyertaan modal pembangunan Pasar Cibeureum, Kota Cimahi, di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (17/6/2019).

Baca Juga : Nama Benny Bachtiar Kembali Masuk Radar Persidangan Dugaan Penyelewengan APBD Cimahi

Dalam sidang dengan agenda kesaksian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cimahi menghadirkan enam orang saksi, diantaranya Benny Bachtiar yang pada era menjabat sebagai Kasubbid Perencanaan Pendapatan dan Anggaran Belanja, Setda Pemkot Cimahi.

Kemudian Untung Undiyanto selaku Kabag hukum, Muhammad Yani selaku Kasubbag Perbendaharaan, Richard Nicholas selaku Kasubbag Angaran dan Amrullah selaku Kasubbag Bantuan Hukum.

Baca Juga : Sidang Lanjutan Kasus Tanah Cibeureum Ditunda Dua Pekan, ini Alasannya

Para saksi di persidangan mengaku sama-sama mengaku diperintah Itoc sebagai Wali Kota untuk memasukan penyertaan modal di APBD 2006, termasuk penyertaan modal sebesar Rp 27 miliar.

Mendengar semua jawaban saksi yang menyudutkan dirinya, Itoc yang duduk disamping kuasa hukumnya dengan menggunakan kursi roda langsung naik pitam, menganggap mereka bohong dan bahkan ikut terlibat.

Baca Juga : Mantan Sekda Bakal jadi Saksi Persidangan Kasus Dugaan Korupsi APBD Kota Cimahi Tahun 2006-2007 Besok

"Kalian semua terlibat dalam pembahasan rapat itu," ujar terpidana kasus suap pembangunan Pasar Atas tersebut.

Dalam persidangan, Benny mengaku diminta Itoc sebagai staf untuk memasukan anggaran penyertaan modal di APBD 2006. Termasuk penyertaan modal Rp 27 miliar.

"Malam sebelum sidang paripurna, saya diminta memfasilitasi dengan anggota DPRD Cimahi dan bertemu di kafe di Jalan Burangrang dihadiri kepala SKPD dan sejumlah anggota DPRD," kata Benny. ‎

Sementara soal Perda penyertaan modal, Benny mengaku saat itu belum dibuat. Perda baru keluar setelah anggaran penyertaan modal keluar dan disahkan oleh DPRD.

Seperti diketahui, kasus itu bermula saat Pemkot Cimahi menyertakan modal Rp 42 miliar ke PT Lingga Buana Wisesa melalui PD Jati Mandiri untuk membangun Pasar Cibeureum dan Sub Terminal Cimahi di lahan lebih dari 2,400 hektare.

Idris Ismail selaku direktur PT Lingga Buana Wisesa bersedia menyediakan lahan dan Pemkot Cimahi melalui BUMD PD Jati Mandiri menyediakan dana. Namun, ternyata lahan masih sengketa. ‎Hingga bertahun-tahun, pembangunan tak kunjung selesai dan kesepakatan antara Pemkot Cimahi dengan PT Lingga Buana Wisesa berakhir dengan sejumlah kesepakatan.

Salah satunya, pembagian uang dari penyertaan modal tersebut. Idris Ismail yang semula hanya menyediakan lahan namun ternyata lahan tersebut masih sengketa, tiba-tiba ketiban uang Rp 37 miliar dari pembagian uang tersebut. Uang itu merupakan sisa dari penyertaan modal Rp 42 miliar tersebut.

"Saat membahas anggaran penyertaan modal di DPRD Cimahi, Itoc tidak memasukkan penyertaan modal Rp 31 M dalam nota keuangan. Kenyataanya, Itoc meminta Benny untuk memasukkan Rp 27 M di pembahasan anggaran," ujar jaksa Aep Saepullah di persidangan.

Baca Lainnya