Sabtu, 19 Oktober 2019 17:23

Inspiratif! Hendra Berbisnis Ditengah Keterbatasan

Reporter : Fery Bangkit 
Suhendra (28) pria penyandang disabilitas asal Kampung Cadasgorowong Desa Campakamekar Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Suhendra (28) pria penyandang disabilitas asal Kampung Cadasgorowong Desa Campakamekar Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Kisah inspiratif dibagikan Suhendra (28), pria penyandang disabilitas asal Kampung Cadasgorowong, Desa Campakamekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dibalik keterbatasannya itu, semangat pria 28 tahun itu tak pernah pudar untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Ia mengalami kecelakaan sehingga membuatnya tak bisa berjalan normal.

Di atas kursi roda, Hendra, sapaan akrabnya berkarya dengan membuat furniture berbahan drum bekas dan sederet bisnis lain yang dirintisnya. Ia begitu antusias ketika menceritakan pengalamannya berbisnis. Ia menunjukkan set kursi dan meja berbahan drum yang baru saja dikerjakannya. Satu set furniture itu, ia patok dengan harga Rp 2 juta.

Suhendra (28) pria penyandang disabilitas asal Kampung Cadasgorowong Desa Campakamekar Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB)

"Ini saya buat dari bahan drum, kebetulan ada perusahaan pabrik tiner. Jadi yang saya buat ini dari limbah drum. Alhamdulillah bisa saya dapatkan dengan harga yang lebih murah," kata Hendra, Sabtu (19/10/2019). Hendra mengatakan, pengerjaan furniture itu dilakukan dengan menggunakan peralatan bengkel yang disewanya. Meski harus keluar biaya sewa lebih, ia tak masalah asal bisa berkarya meski ditengah keterbatasan.

"Kalau pengerjaannya sendiri memakan waktu dua minggu, apalagi kalau punya alat sendiri. Makanya saya pinjam las, gurinda dan bor. Lumayan itu juga harus keluar biaya lagi," tuturnya. Ia pun dibantu oleh rekan dan saudaranya untuk mengerjakan bagian yang perlu tenaga ekstra. "Saya juga melatih otot tangan saya sebelum terjun ke sini, saya belajar mandiri dulu. Kebetulan saya punya basic teknik di SMK," ujarnya.

Tak hanya kursi dan meja, Suhendra juga bisa membuat etalase, lemari tv dan jongko dagang. Sejauh ini, pasarnya masih di sekitar Kabupaten Bandung Barat. "Saya hanya modal kreativitasnya saja, kalau untuk modal saya dibantu Dodo teman saya, saya harap sih bisa punya peralatan sendiri," katanya. Untuk memudahkannya bergerak, Hendra juga memodifikasi kursi rodanya sendiri. "Awalnya tinggi dan lebar, sekarang saya buat lebih kecil agar bisa mengerjakan sesuatu yang di bawah," ujarnya. Selain bisnis furniture, Hendra juga berbisnis digital printing dan bengkel. "Ya saya hanya melanjutkan apa yang saya kerjakan dulu, jadi tidak ada yang berubah," tandasnya.

Baca Lainnya