Kamis, 20 September 2018 21:13

Ini Jumlah Pabrik yang Terkena Sanksi di Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Kondisi Aliran Sungai Cisangkan anak Sungai Citarum di Jalan Nanjung Kel. Utama Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi Terlihat Kotor. Diduga Pencemaran Sungai Tersebut Berasal dari Pabrik di Sekitarnya.
Kondisi Aliran Sungai Cisangkan anak Sungai Citarum di Jalan Nanjung Kel. Utama Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi Terlihat Kotor. Diduga Pencemaran Sungai Tersebut Berasal dari Pabrik di Sekitarnya. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mencatat, sejak tahun 2012 hingga sekarang, pihaknya telah mengeluarkan Sanksi terhadap 127 perusahaan di Kota Cimahi.

"Sanksi terbagi menjadi 62 sanksi paksaan pemerintah, 63 sanksi teguran tertulis," terang Kepala Seksi Penataan dan Pengawasan Hukum pada DLH Kota Cimahi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (20/9/2018).

Dari 62 sanksi paksaan pemerintah, beber Taufik, ada 35 perusahaan yang sudah naik status pengawasan dan dilimpahkan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menjadi sengketa lingkungan.

Rinciannya, 12 perusahaan sepakat untuk membayar ganti rugi kerusakan lingkungan, sembilan tidak sepakat, 11 perusahaan diberikan sanksi daerah, satu proses mediasi.

"2 (dua) perusahaan sudah bangkrut," ucap Taufik.

Semua perusahaan yang diberikan sanksi karena terbukti melakukan pelanggaran. Mereka tidak mengindahkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terbaru, saat ini DLH Kota Cimahi tengah melakukan proses pemberian sanksi administrasi terhadap PT Nisshinbo Indonesia yang berlokasi di Jln. Nanjung, Kota Cimahi. Perusahaan tekstil. Tersebut diduga kerap melakukan pembuangan limbah tanpa proses pengolahan yang baik.

Baca Lainnya