Jumat, 27 Oktober 2017 12:36

Ini Dia Nilai KHL hingga Prediksi UMK Kota Cimahi 2018

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Aksi buruh di depan Kantor Pemkot Cimahi menolak PP 78 Tahun 2015 bebrapa waktu lalu.
Aksi buruh di depan Kantor Pemkot Cimahi menolak PP 78 Tahun 2015 bebrapa waktu lalu. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Penetapan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kota Cimahi tahun 2017 hingga kini belum dilakukan. Pemerintah Kota Cimahi baru akan melakukan survey KHL 31 Oktober mendatang.

Penetapan KHL dilakukan sebagai acauan untuk menentukan Upah Minimum Kota (UMK) Cimahi tahun 2018 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

KHL menurut PP tersebut merupakan standar kebutuhan seseorang pekerja atau buruh lajang untuk dapat hidup layak secara fisik untuk kebutuhan satu bulan yang terdiri dari beberapa jenis komponen kebutuhan hidup.

"Rencananya baru akan survey KHL 31 Oktober ke Pasar Tradisional Cimindi dan Pasar Antri Baru," terang Asep Herman, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Cimahi, Jum'at (27/10/2017).

Untuk menentukan KHL tahun 2017, ada sekitar 60 komponen yang akan disurvey harga. Di antaranya kebutuhan sembako, sandang, pangan, papan, transportasi, rekreasi dan sewa kamar.

Setelah survey, selanjutnya akan dilakukan pembahasan bersama sejumlah stekholder, lalu akan diputuskan nilai KHL Kota Cimahi tahun 2017.

"Yang survey itu Dewan Pengupahan. Kita pembahasan hasil survey tanggal 10 November," terang Asep.

Setelah nilai KHL ditetapkan, lanjut Asep, akan dibuat rekomendasi UMK Kota Cimahi tahun 2018. Rekomendasi akan diserahkan dan ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Rekomendasi Wali Kota tanggal 20 November paling akhir. Tanggal 21 langsung penetapan UMK," katanya.

Nilai KHL di Kota Cimahi setiap tahunnya dipastikan selalu mengalami kenaikan. Tahun 2014, nilai KHL mencapai Rp 1,7 juta, tahun 2015 naik menjadi Rp 1,9 juta, tahun 2016 naik lagi jadi Rp 2,3 juta.

Sementara untuk formula pengitungan UMK akan disesuaikan dengan PP No. 78 tahun 2015. Penghitungan upah didasarkan pada asumsi inflasi, asumsi pertumbuhan ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

Dengan asumsi inflasi di tahun 2017 ini sekitar 3% dan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai angka 5,17% hingga akhir tahun, maka artinya kenaikan UMK 2018 di prediksi hanya sekitar 8,17% dari tahun 2017 ini.

Dalam kurun empat tahun terakhir, UMK Kota Cimahi memang selalu mengalami kenaikan. Kenaikan UMK paling signifikan terjadi pada tahun 2015, yakni Rp 2.001.200, naik sekitar 15% dari UMK tahun 2014 yang hanya Rp1.569.353.

Tahun 2016, UMK Kota Cimahi naik menjadi Rp2.275.715 naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Upah tersebut nakk lagi ditahun 2017 menjadi Rp2.463.461 naik sekitar 8%.

"Tahun ini pasti naik sekitar 8,71 persen," ucap Asep.(kit)