Selasa, 5 Maret 2019 12:26

Informasi Pemanggilan Wagub Jabar Terkait Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bansos

Reporter : Iman
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. [limawaktu]

Limawaktu.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat masih menunggu turunnya surat penetapan majelis hakim perihal rencana pemanggilan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum

Seperti diketahui, majelis hakim mengabulkan permohonan kuasa hukum dan terdakwa untuk menghadirkan Uu Ruzhanul dalam sidang kasus dugaan penyelewengan dana bansos Kabupaten Taskikmalaya tahun anggaran 2016. Mantan Bupati Tasikmalaya itu dihadirkan kapasitasnya sebagai saksi saat dirinya masih menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

Baca Juga : Ramai-ramai Tandatangan Pakta Integritas di Disjasad, ini Tujuannya!

Kepala Seksi Penkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti untuk memanggil Uu. Apalagi hakim sudah mengeluarkan surat penetapannya. 

"Akan kita lanjuti untuk memanggil yang bersangkutan ke persidangan, (pemanggilan) berdasarkan penetapan dari hakim," katanya saat dihubungi, Selasa (5/3/2019).

Baca Juga : Dituntut 20 Tahun Penjara, Dirut PT TAB juga Harus Bayar Ganti Rugi Rp 1,8 T

Kendati begitu, hingga kini pihaknya belum bisa memanggil Uu yang kini menjabat Wagub Jabar tersebut. Alasannya, lantaran turunan penetapan majelis soal pemanggilan Uu belum diterima jaksa. 

"Kalau hari ini surat penetapan dari pengadilan diterima oleh kami, hari ini juga akan dilakukan pemanggilan," ujarnya.

Baca Juga : Kali Kedua, Eks Bendahara Dinkes Divonis Penjara, ini Sebabnya! 

Seperti diketahui, di persidangan nama Uu muncul sebagai orang yang menginstruksikan untuk melaksanakan dua kegiatan yakni Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) dan pemberian hewan kurban kepada sejumlah yayasan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Tasikmalaya Abdul Kodir saat Uu menjabat sebagai Bupati tahun 2017. 

Akan tetapi, dua kegiatan tersebut tak masuk di pos anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. Namun, Uu disebut terus mendesak Abdul Kodir yang kini jadi terdakwa untuk merealisasikan kedua kegiatan tersebut. Akhirnya, kegiatan tersebut terlaksana. Biaya untuk melaksanakan dua kegiatan itu diduga berasal dari hasil sunat bansos ke 21 yayasan di Tasikmalaya.

Baca Lainnya