Rabu, 20 Maret 2019 16:35

ICW Menduga Banyak Kasus di Kemenag ?  

Reporter : Bubun Munawar
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (kanan) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (kiri) di gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta.
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (kanan) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (kiri) di gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta. [VOA]

Limawaktu.id - Kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama memiliki dimensi politik yang cukup kuat. Sebab kasus ini melibatkan ketua umum partai politik. 

Menurut Pegiat antikorupsi dari ICW Firdaus, kasus ini juga melibatkan orang lain di Kementerian Agama. Karena itu, ia meminta pemerintah memberikan kesempatan penuh kepada KPK bekerja secara optimal tanpa gangguan.

Baca Juga : Ketua Umumnya Dicokok KPK, ini Kata DPC PPP Kota Cimahi

"Dan yang penting Kementerian Agama dan menterinya kooperatif dengan KPK. Karena kuat dugaan hal ini juga melibatkan orang Kemenag. Dan bisa jadi kasusnya juga banyak," jelas Firdaus, seperti dilansir VOA Indonesia. 

Diberitakan sebelumnya, KPK sudah melakukan penggeledahan di  ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan kantor PPP. Dalam penggeledahan, KPK menemukan uang ratusan juta rupiah dan dolar Amerika Serikat yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di kementerian agama.

Baca Juga : OTT Romi Diduga Terkait Suap Jabatan di Kementerian Agama   

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 tersangka, yaitu Romi yang diduga menerima suap dan pemberi suap, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. 

Sedangkan Presiden Joko Widodo enggan memberikan komentarnya ketika ditanya awak media, karena sedang ditangani oleh KPK. Jokowi memberikan kewenangan penuh kepada KPK untuk melakukan proses hukum . 

"Saya tidak mau komentar, karena ini masih dalam proses pemeriksaan. Jadi saya tidak mau komentar," tutur Jokowi saat menghadiri Rakornas Perindo di Jakarta, Selasa (19/3) malam. (VOA)

Baca Lainnya